Magelang (Kabar Nusantara) – Dalam rangka mengembangkan dakwah kultural dan melaksanakan ujian seni budaya, SMA Muhammadiyah 1 Muntilan menggelar kegiatan Smaradana (Semarak Budaya Nusantara) Rabu-Kamis (14-15/01/2026).
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, Eddy Yusuf, S.Pd. mengatakan kegiatan Smaradana ini merupakan perpaduan Ujian Seni Budaya dan Program Kokurikuler Fase F2 SMA Muhammadiyah 1 Muntilan Tahun Pelajaran 2025/2026, serta pentas dan lomba seni.
“Semarak Budaya Nusantara ke-2 ini sebagai bagian ujian seni kelas XII sudah tahun yang ke-14. Ujian ini kita konsep dengan pementasan seni budaya kelas XII dengan kelompok kelas masing-masing,” kata Eddy.
Eddy menambahkan bahwa bagi siswa yang tidak mengikuti kelompok seni panggung, mereka dapat mengikuti seni lukis. Kegiatan ini dikonsep sebagai media dakwah kultural karena masyarakat sekitar sangat mencintai kesenian.
Acara digelar di halaman SMA Muhammadiyah 1 Muntilan dan dikemas layaknya konser profesional dengan tata panggung serta pencahayaan yang menawan.
Kegiatan diikuti oleh siswa Fase F2 (Kelas XII) SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Setiap kelompok kesenian berkolaborasi dengan sanggar seni yang ada di sekitar wilayah Kabupaten Magelang.
Tema yang diangkat tahun ini “Gumregah Budaya Nusantara: Semangat Generasi Muda Menjaga Warisan Leluhur”.
Smaradana menampilkan lomba tari SMP/MTs, karawitan, Sendratari Dewi Sangga Langit, jaranan, seni reog, topeng ireng, warok, kesenian jatilan, dan seni lukis perorangan bertema kearifan lokal.
Hadir dalam pembukaan acara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah Maryanto, S.Pd, M.Sc, Ketua PDM Kabupaten Magelang M. Nasirudin, Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Magelang, Muh Rofi, PCM Muntilan dan jajaranya serta para otang tua/wali murid.
Kegiatan ini merupakan komitmen SMA Muhammadiyah 1 Muntilan yang selalu menjunjung tinggi budaya sebagai bagian dari dakwah kultural. Semarak Budaya Nusantara ini tidak hanya diikuti intern sekolah, tetapi juga sekolah lain mulai dari TK, SD, hingga SMP melalui konsep lomba seni tari.
Wiji Rahayu Ekawati, pendamping seni tari SD Negeri Tamanagung 4, mengaku kegiatan ini bermanfaat karena mampu mendorong siswa tampil percaya diri.
“Semaradana sangat bermanfaat bagi anak anak kami untuk berlatih tampil percaya diri sehingga bisa melatih keberanian anak untuk tampil di depan publik sehingga saat ada even lomba anak sudah terbiasa tampil,” kata Ekawati.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Maryanto, S.Pd., M.Sc., sangat mengapresiasi langkah sekolah ini.
“Ini luar biasa karena salah satu jati diri bangsa adalah melestarikan budaya. Ini modal awal pengenalan sejak dini kepada anak untuk nantinya mencintai budaya,” kata Maryanto.
Ketua PDM Kabupaten Magelang, M. Nasirudin, menyatakan kegiatan ini merupakan ikhtiar sekolah dalam mengembangkan potensi anak didik sekaligus sebagai bentuk dakwah kultural Muhammadiyah yang bersifat jangka panjang.
“Alhamdulillah ini salah satu bentuk ikhtiar sekolah dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak sekaligus sebagai dakwah kultural Muhammadiyah. Ini tanaman jangka panjang, untuk mendewasakan anak mencintai budaya,” ujar Nasirudin.
Diketahui SMA Muhammadiyah 1 Muntilan telah ditetapkan sebagai Sekolah Adipangastuti di Kabupaten Magelang. Adipangastuti merupakan model pembelajaran yang diinisiasi oleh Solo Bersimfoni, yang menjunjung nilai-nilai hastalaku (delapan tindakan) dalam setiap kegiatan belajar mengajar dan program sekolah. (Syakira)











