Nagan Raya, Kabar-Nusantara.com
Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) kembali menyoroti sistem perekrutan tenaga kerja plat merah, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Nagan Raya.
Dalam investigasinya, LANA menemukan banyak terjadi praktek kolusi dan Nepotisme dalam perekrutan tenaga kerja yang akan di pekerjakan di PLTU.
“Kami telah melakukan Investigasi, dan menemukan banyak praktek Kolusi dan Nepotisme dalam perekrutan tenaga kerja, dan mereka hampir semua yang di rekrut melalui disnaker di duga mintai mahar, dari 20 hingga 30. terang Teuku kepada Awak media, Minggu 18 Januari 2026.
Ketua LANA menilai praktek kotor ini telah merenggut banyak kesempatan Putra Putri daerah, dimana mereka yang layak secara ke ilmuan justru terabaikan karena mahar.
” Kesempatan yang seharusnya menjadi kesempatan emas kepada putra putri daeran untuk menyertai perusahaan yang berada di daerah sendiri telah hilang akibat praktek kotor peran oknum disnaker dan PLTU l. tambah Teuku.
kami mengharap, agar aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian serius dalam praktek haram ini, dan meminta untuk dapat di tindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Kesatuan Republik Indonesia.
“dalam waktu dekat ini kami akan menyerahkan hasil investigasi ini kepada Pihak Aparat Penegak Hukum untuk dapat di tindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku, dan semoga menjadi perhatian serius” tutup teuku.









