Banyuasin (Kabar Nusantara) – Desa Suka Raja Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin dan lima Desa lainnya butuh perhatian serius untuk penanggulangan Irigasi, Primer dan Sekunder yang buntu serta dangkal mengakibatkan banjir tahunan di enam Desa.
Menurut Kepala Desa Suka Raja, Muhammad Ridwan, dampak dari banjir ini menjadi masalah yang dihadapi oleh masyarakat setiap tahun. Banjir tersebut berdampak melumpuhkan perekonomian dan menghambat aktivitas warga karena fasilitas umum digenangi air.
Selain Desa Suka Raja, Desa Suka Mulya, Karang Asem, Marga Rahayu, Karang Mulya, Karang Anyar, yang lebih parah ditahun 2022, yaitu Desa Karang Mulya dan Karang Anyar.
Muhammad Ridwan Saat diwawancarai awak media pada Jumat 9/6/2023 lalu di ruang kerjanya mengatakan ini semua akibat irigasi dan Sekunder, ketika air pasang masuk dan di saat surut air tidak lancar keluar, lantaran buntu dan dangkal.
“Seketika luapan air yang tinggi, curah hujan pun tinggi otomatis air meluap dan tidak lancar akibat tersumbat,” ucapnya.
Genangan air merusak fasilitas umum jalan, sekolahan, kantor Desa, tempat pemukiman warga, tidak itu saja bahkan melumpuhkan perekonomian dan menghambat aktivitas masyarakat hingga menjadi momok setiap tahun.
Lanjut Muhammad, Transmigrasi ini di bangun era Presiden Soeharto penempatan di tahun 1985, awalnya lahan pertanian setiap lima bulan Primer dan Sekunder selalu dibersihkan secara rutin melalui Dinas PU.
Semenjak Reformasi tidak ada pembersihan, mengakibatkan zat asam yang begitu tinggi hasil panen padi tidak maksimal lagi, mulailah masyarakat beralih fungsi ke perkebunan sawit.
“Padahal kami sering mengajukan di setiap ada kesempatan bahkan berdialog dengan dinas instansi terkait dari Provinsi maupun Kabupaten agar dapat melakukan perbaikan dan normalisasi saluran Primer dan Sekunder guna mencegah banjir tahunan ini,” pungkasnya.
(Yusan tim)













