Lampung Selatan (Kabar Nusantara) – Jamaah masjid jami Attaqwa menggelar sholat kusuf atau sholat gerhana matahari di lantai utama Masjid Jami’ Attaqwa Kampung Duren Desa Seloretno, Kec. Sidomulyo, Lampung Selatan tepatnya pada 29 Ramadhan 1444 H – Kamis (20/4/2023).
Ketua Masjid Jami Attaqwa, ustad Sardik saat dikonfirmasi awak media Kabar Nusantara mengatakan, dengan dilaksanakannya sholat gerhana matahari semoga dijauhkan dari bala.
“Dengan melaksanakan sholat kusuf atau sholat gerhana matahari semoga Allah Subhanahu Wataala menjauhkan bala dan semoga kita semua diberi keselamatan, panjang umur, kesehatan umumnya untuk seluruh bangsa Indonesia,” tuturnya.
“Tentunya dengan mengharap ridho Allah Subhanahuwataala kita dijauhkan dari segala keburukan dan didekatkan dengan semua kebaikan Aamiin,” sambungnya.
Selanjutnya ustad Abdul Mutholib Al-Mahmudy menyampaikan, keistimewaan setiap peristiwa yang terjadi dan bisa disaksikan secara langsung, seperti gerhana matahari siang hari ini, harus dapat menumbuhkan kesadaran untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wataala atas segala penciptaan-Nya.
“Gerhana matahari ini mengingatkan kepada kita semua bahwasanya akan datang suatu masa, dunia dan segala isinya akan dihancurkan oleh Allah SWT, oleh karenanya marilah kita bersama-sama memperbanyak sholat, zikir, shodaqoh, taubat dengan taubatan nasuha. Dengan harapan semoga Allah ridho kepada kita, dan mengampuni segala dosa kita,” ujar Ustad Abdul Mutholib Al-Mahmudy.
Sebelumnya, Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, Gerhana matahari 20 April 2023 merupakan gerhana matahari hibrida yang terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi, tepat segaris. Fenomena ini membuat piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari, dan di tempat tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati sama dengan piringan matahari.
Sementara itu tokoh masyarakat Lampung Selatan H. Ahmadiyah menjelaskan mengenai sholat gerhana matahari yang dilakukan oleh jamaah, adalah untuk bermunajat dan berdo’a memohon kepada Allah, semoga dijauhkan dari musibah bencana.
“Sebagaimana Rasulullah bersabda, Sungguh gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan satu tanda Kebesaran Allah Subhanahu wata’ala,” katanya.
“Karena itu bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, maka bangkit dan sholatlah kalian. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Bukhari dan Muslim,” pungkasnya.
(Hendra Kurniawan)












