Umat Katolik Paroki Sta Maria Bunda Karmel Mansalong Gelar Jalan Salib Hidup

Nunukan (Kabar Nusantara) – Ratusan umat Katolik paroki Santa Maria Bunda Karmel Mansalong berbondong-bondong mengikuti prosesi jalan salib hidup (Tablo), Jumat (07/03/2023).

Prosesi jalan salib hidup adalah bagian dari refleksi iman untuk merenung sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Hal ini merupakan momentum untuk beribadah, bertobat serta memperdalam iman dan kesalehan.

Ibadah jalan salib dimulai pukul 08.00 pagi, dihalaman gereja Katolik Sta Maria bunda Karmel dan seputaran asrama ago onsoy, dalam pantauan media ini sebelum jam 8 umat sudah berbondong-bondong memenuhi tenda yang dipersiapkan oleh panitia paskah.

Terik matahari tidak mengurangi antusias dan kekusyukan umat dalam mengikuti ibadah jalan salib ini. Dimulai dengan fragmen Yesus berdoa ditaman Getsemani dan dihukum mati hingga memanggul salib-Nya ke bukit kalvari. Dalam ritual ini beberapa adegan seperti Yesus jatuh ketika memanggul salib-Nya, disiksa dipukuli, ditolong Simon dari kirene, bertemu Veronika yang mengusapi wajahnya, membuat umat Katolik yang mengikuti acara ini ikut trenyuh dan meneteskan air mata.

Jalan salib hidup ini diperankan oleh orang muda Katolik (OMK) pelajar dan anak anak asrama ago onsoy, mereka menggunakan pakaian adat sebagai tanda kecintaan mereka terhadap budaya sebagai kekayaan gereja.

Pastor paroki, Rm Yopi Nahak, Pr dalam keterangannya didepan wartawan cukup bangga dan tersentuh dengan anak-anak muda khususnya pameran Tablo. 

“Mereka baru dua minggu dilatih oleh Romo stello tapi tampil luar biasa,” katanya.

Ketika ditanya apa pesan dan maknanya untuk umat, menurut Romo Yopi salib bukan hanya simbol penderitaan atau kehinaan tapi lambang kekuatan dan kehidupan untuk lebih bersemangat mengikuti Yesus.

“Mencintai salib berarti mencintai kehidupan, tanda salib adalah tanda kemenangan, awal dan akhir dari kehidupan kita. Terus mencintai salib setia memikul salib. Mari kita saling mendoakan,” pungkas Romo Yopi. (Roni Duman)