Seram Bagian Timur (Kabar Nusantara) – Abdullah Wahab Rumatiga warga Dusun Wolok Desa Undur Kecamatan Kelimuri, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyatakan, dirinya mulai merintis usaha Kopra karena dikebun banyak kelapa, Minggu (19/02/23)
“Disini banyak sekali buah kelapa dan harganya sangat murah, maka kami berani usaha Kopra agar mendapat nilai jual yang lebih tinggi, sehingga bisa mendapat hasil untuk kebutuhan keluarga,” kata Abdul Wahab.
Dia menambahkan, dengan modal awal Rp 1.500.000 dirinya setiap hari keliling kebun para tetangga, membeli buah kelapa untuk dibawa pulang ke rumahnya.
“Sampai dirumah kelapa-kelapa tersebut di belah di sisih di asar di potong kasih halus lalu dijemur sampai menjadi Kopra kering,” jelasnya.
Abdul Wahab yang biasa dipanggil bapa Malam itu menambahkan, dalam sehari ia bisa mendapat 100 kg Kopra kering untuk kemudian dijual ke toko di Kecamatan Geser.
“Kelapa kita beli satu buah Rp.1000 lalu kita proses menjadi Kopra kering dengan harga jual 1 kg Rp.5000, kami bisa mendapat nilai tambah ekonomi yang lumayan,” ujarnya.
Kalau belah Kopra satu hari bisa 3 karung mentah,. setelah dijemur kering menjadi 2 karung dalam waktu satu hari sudah bisa kering.
“Maka semingu sekali kita bisa jual ke toko di Kecamatan Geser, yang jadi masalah Fibernya itu punya orng lain, jadi kita sewa Rp.900.000 itu Pulang – pergi ke Kecamatan Geser,” keluhnya.
Bapa Malam berharap semoga ada pihak Pemkab SBT, baik dari Dinas Sosial maupun Dinas Perdagangan yang peduli untuk memberi uluran tangan, membantu orang miskin seperti dirinya.
Sebagaimana diketahui Kopra adalah bahan baku mininyak goreng yang bagus dan minyak tersebut disukai masyarakat karena kualitasnya. Jadi prospeknya sangat menjanjikan.
(Rugaya Yuliyanti)




















