Umat Kristiani Rayakan Peringatan Pekabaran Injil di Tanah Papua

Jayapura (kabar-nusantara.com) – Frans Pekey, Pejabat Walikota Jayapura mengatakan, seluruh umat Kristiani di tanah Papua merayakan peringatan hari Pekabaran Injil di tanah Papua yang ke 168 tahun, Minggu (05/02/2023). 

Peringatan ini tentu memberikan kabar suka cita, terutama membuka peradaban dari kegelapan, menuju kepada yang terang. Sudah 168 tahun orang Papua telah menerima Injil sebagai kekuatan Allah, menerangi, membuka tabir kegelapan dan mengubah peradaban orang Papua. 

Pekey menjelaskan sehingga menerima kebenaran, itu menjadi pedoman hidup setiap umat Tuhan diatas Tanah Papua. Karena itu, melalui momentum peringatan hari Pekabaran Injil yang ke 168 tahun ini. 

“Saya mengajak seluruh masyarakat sesama umat beriman, anak Tuhan di atas Tanah Papua ini, secara khusus Kota Jayapura. Hendaknya di hayati, dimaknai, kemudian diwujud nyatakan dalam kehidupan sehari-hari, kalau itu terang maka hiduplah begitu terang,” jelas Frans.

Dia menerangkan karena Injil adalah kekuatan Allah yang membawa terang, terang menyinari semua orang, ia tidak pernah memilih-milih orang dari mana, suku, dan agama siapapun. Tidak pernah memilih. Kalau terang cahaya lampu tidak pernah memilih.

“Karena itu menjadi, terang untuk semua orang dan menjadi garam untuk semua orang. Supaya disitulah, rasa suka cita, damai sejahtera, kasih Allah. Itu akan terjadi nyata di tengah-tengah kehidupan masyarakat di kota Jayapura dan umumnya masyarakat di seluruh Tanah Papua,” terangnya. 

Dia mengajak jauhilah dari kekerasan, tindakan saling menyakiti, membunuh  ataupun kekerasan fisik dalam keluarga di rumah tangga. Kemudian di tengah-tengah masyarakat, kalau semua itu kita hindari maka, kita sudah tentu wujud nyatakan hidup dalam terang, kasih dan bersaudaraan itulah kasih Allah. 

Lebih lanjut Pekey mengajak karena itu senantiasa, hidup menurut Firman yang telah menjadi manusia dan sesuai dengan ajaran yang disampaikan kepada umat-Nya di atas tanah ini. Semoga dengan peringatan hari Pekabaran Injil ini, semakin kuat iman dan pengharapan umat Tuhan. 

“itu diwujud nyatakan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara. Dalam kehidupan umat beragama untuk senantiasa menjaga harmonisasi, hubungan antara satu sama lain, sehingga masyarakat hidup aman, damai, memuji memuliakan bagi nama Tuhan,” pungkas Frans. (KBN.145 – Isak Silak)