Jayapura (kabar-nusantara.com) – Anthonius M. Ayorbaba, S.H., M. Si, Ketua Panitia hari ulang tahun peringatan Pekabaran Injil di Tanah Papua ke 168 tahun 2023 mengatakan, sudah bersinergi karena ini suatu kepercayaan dan tanggungjawab, Minggu (05/02/2023).
Diberikan oleh Papua Christian Center dan persekutuan gereja-gereja di Tanah Papua atas nama pihaknya Ketua Panitia dengan teman-teman sudah memutuskan, beberapa agenda kegiatan sudah berlangsung.
Doa untuk Kota Jayapura, pemutaran film dalam bahasa-bahasa daerah di Papua, lapas Abepura, lapas Narkotika, lapas perempuan dan lembaga pimpinan khusus anak.
Ayorbaba mengungkapkan bahwa telah melakukan kunjungan kasih 8 Panti asuhan yang ada di Kota Jayapura dan Sentani, namun masih ada 2 program akan dilakukan setelah tanggal 5 Februari.
Pertama pemberian bantuan gratis bagi 200 UMKM yang ada di jemaat-jemaat yang akan mendirikan Perseroan Perorangan.
“Kita memberi batas waktu tanggal 5-15 Februari dan terakhir kita akan melakukan KKR di seluruh lapas yang ada di Tanah Papua.
“Jadi di Papua dan Papua Barat, nanti akan menentukan waktu yang bersamaan, dikoordinir oleh persekutuan gereja-gereja di Papua dan persekutuan gereja-gereja di Papua Barat,” ungkap dia.
Dia menjelaskan akan menentukan tanggal pelaksanaan KKR di semua lapas, memang fokus kegiatan tahun ini. melihat mereka yang belum terjangkau, terpinggirkan, perlu di tolong. termasuk di dalamnya penerjemahan Alkitab kedalam bahasa Korowai.
Anthonius lebih lanjut menjelaskan, ini suatu langkah di mulai oleh narapidana di lapas Abepura, visi yang Tuhan berikan melalui mereka. Mari berdoa semoga, suatu ketika orang Korowai akan membaca Alkitab dengan bahasanya.
“Didalam pengantar itu, akan di masukan bahwa awal mulainya proses penerjemahan Alkitab ini di mulai dari kehadiran Tuhan,” jelasnya.
“Untuk narapidana lapas Abepura, pihaknya fikir ini sebuah history besar, di momen peringatan 168 tahun peringatan Pekabaran Injil di Tanah Papua tahun 2023,” tambahnya.
“Dimana api Injil akan terus menyala dari tanah Papua untuk Indonesia, tetapi juga untuk seluruh dunia di ujung bumi,” pungkasnya. (Isak Silak)














