Banyuasin (Kabar Nusantara) – Kepala Dinas Pertanian Kab. Banyuasin, Syarif, SP., M.SI dan anggota DPRD dari F-PDIP Arisalahari meninjau persiapan mesin pengering bantuan Pemerintah, didampingi Kades Muara Baru H. Adam, Selasa 31/01/23.
Kegiatan ini dilakukan sebelum peresmian yang akan di buka oleh Bupati Banyuasin H. Askolani Jasi, SH, MH di Desa Muara Baru Kecamatan Makarti Jaya.
Saat di konfimasi awak media Kepala Dinas pertanian. Syarif. SP. Msi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan selalu hadir di tengah petani, akan mencari solusi apa saja yang menjadi permasalahan para petani.
“Kami paham masalah yang dihadapi masyarakat petani, maka kami terus berupaya mengatasi permasalahan tersebut, mulai dari Pupuk, Bibit serta Pengering gabah,” katanya.
Untuk mengurangi kerugian para Petani pada saat musim hujan. Pemerintah Banyuasin melalui Dinas Pertanian memberikan bantuan mesin pengering gabah serta jagung ini kepada petani.
Kapasitas mesin pengering ini mencapai 10 ton untuk gabah, sedangkan untuk jagung 15 ton. Adapun waktu pengeringanya antara 10 – 12 jam untuk gabah. Dan waktu pengeringan untuk jagung antara 20 – 24 jam. Dengan ukuran kadar air padi 13–15% dan jagung 14–18%. Suhu pengering untuk padi 70°C, sedangkan untuk jagung 110°C.
Bahan bakar mesin ini menggunakan, biomassa berupa sekam dan tongkol jagung. Menurutnya, suhu pengeringan harus disesuaikan. Hal ini karena biji yang belum kering sempurna dan disimpan pada ruangan lembap dapat menyebabkan benih mudah berkecambah.
“Mesin tersebut memiliki kapasitas produksi jagung sebesar 150–180 ton dan 120–150 ton padi per bulan. Pengeringan dengan mesin dinilai lebih praktis dan durasi lebih singkat. Waktu pengeringan manual dua kali lebih lama jika hari hujan atau cuaca mendung,” tutupnya.
Seorang warga Desa Muara Baru mengungkapkan, kesulitan meningkatkan kualitas beras karena proses pengeringan gabah lambat, persentase beras kepala hasil giling kecil karena kualitas gabah kering rendah, sehingga persentase butir patah dan butir berwarna coklat atau kusam lebih banyak.
“Namun dengan adanya bantuan mesin pengering dari Pemerintah ini, di harapkan kualitas beras kami meningkat. Selain itu, pemasaran beras semakin luas karena adanya peningkatan kualitas hasil penggilingan dari mesin RMU,” ujarnya. (Yusan)












