Samadik, SH Dikukuhkan Sebagai Kepala Lembaga Adat Besar Dayak Agabag Sebuku

Nunukan (kabar-nusantara.com) – Masyarakat adat Dayak Agabag Sebuku memiliki struktur kelembagaan secara independen, setelah Samadik, SH bersama jajarannya dikukuhkan sebagai Kepala lembaga adat besar Dayak Agabag, pengukuhan dilaksanakan di Balai Adat Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (7/1/2023) 

Kendatipun diguyur hujan mereka tetap semangat dan antusias, seluruh masyarakat Sebuku bersama masyarakat Adat Agabag tujuh Kecamatan antara lain Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis Induk, Sembakung Atulay, Sembakung Induk, Tulin Onsoy dan Sebuku, mereka tetap kompak tidak pudar.

Sebelum dimulai pembawa acara mengajak hadirin menyerukan yel-yel ‘Agabag Onsoy, Agabag Mingkotog, Agabag sino da pinyawo, kemudian diikuti para hadirin, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dilanjutkan dengan pengukuhan oleh tujuh Kepala Lembaga adat besar kepada Lembaga adat yang terpilih. Endang, S.Pd, M.AP selaku Panitia mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu dan undangan serta dukungan seluruh masyarakat Sebuku.

Acara ini terlaksana berdasarkan kesepakatan semua masyarakat Agabag Sebuku dalam beberapa kali pertemuan dan Perda nomor 16 tahun 2018 tentang pengakuan masyarakat adat di Kabupaten Nunukan, maka perlu dibentuk lembaga adat besar di wilayah Sebuku ini. 

“Sebelumnys rencana ini juga pernah dibahas waktu ilau di Lumbis Ogong,” tutur Endang.

Sementara itu, Robet Atim, S.Pd.K Ketua Dewan adat besar Agabag menyampaikan selamat dan sukses untuk Samadik, SH yang dikukuhkan sebagai Kepala Lembaga Adat Besar Dayak Agabag Sebuku, periode 2023 – 2027.

“Sebelum saya lupa saya sampaikan pesan dari Presiden masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) Dr. Drs. Martin Billa, MM anggota DPD RI yang tidak sempat hadir karena ada rapat, beliau menitipkan salam dan selamat kepada Lembaga adat yang dipilih,” kata Robet.

Tugas selanjutnya adalah bersatu bersama mewujudkan peradaban Agabag, memajukan sumber daya manusia Agabag supaya mampu bersaing dengan suku-suku lain, sekarang ini sudah ada seribu sarjana Agabag diantara itu ada Polisi dan TNI. 

“Ingat ibu kota negara sudah ada di Kalimantan mari kita persiapkan diri sejak dini,” jelasnya. 

Masyarakat adat Agabag bisa menjadi besar karena Agabag itu besar, jangan menjadi kecil apalagi kerdil. Jangan mudah diprovokasi dan diadu domba oleh pihak lain, kalau ada yang memprovokasi mari kita bersatu untuk menyingkirkan. 

Dihadapan wartawan Samadik berjanji memperkuat serta membenahi lembaga adat Sebuku, bekerja sama dengan pengurus yang dipilih merangkul dan coba lebih banyak diskusi dengan mereka.

“Kami siap menata lembaga adat delapan Desa, kemudian menata tata batas wilayah sehingga tidak terjadi lagi sengketa wilayah,” ujarnya. 

Samadik menambahkan adat dan budaya tetap kita perkuat setiap tahun pasti ada kegiatan adat dan budaya, untuk perkawinan itu sudah dibahas setiap Mubes dan Ilau bahkan sekarang dibukukan sebagai panduan bagu. 

“Masalahnya sekarang itu belum semua dijalankan,” tutur Samadik.

“Selain itu kami berkomitmen menjaga dan mengayomi suku suku yang ada di wilayah adat Sebuku, bersyukur selama ini belum ada konflik dan itu harus kita hindari,” tambah Samadik.

Acara pengukuhan dimeriahkan oleh penampilan Tari-tarian dan Kukuy delapan Desa wilayah adat Sebuku. Turut hadir dalam acara tersebut, Karel Sampoton anggota DPRD Kalimantan Utara) Hendrawan, S.Pd anggota DPRD Kab. Nunukan, Lumbis, S.Sos Camat Lumbis dan tamu undangan lainya. 

Setelah acara selesai dilakukan foto bersama kemudian dilanjutkan dengan sumajau lagu murut.  (Roni Duman)