Wakil Bupati Malaka Tanggapi Permintaan Masyarakat Tentang Anggaran di Motaulun

Malaka (kabar-nusantara.com) – Wakil Bupati Malaka, Louize Lucky Taolin, S. Sos menanggapi  permintaan masyarakat tentang anggaran, di hadapan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel  Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan kampanye percepatan penurunan stunting Malaka (KPPSM), Jumat 28/11/22

Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Swasta Sta Maria Ratu Rosari Motaulun, Malaka Barat, Kab.  Malaka, Nusa Tenggara Timur. Wabup Louize menemui  Melkiades Laka Lena karena sebagai mitra kerja dengan Dinas BKKBN  Propinsi NTT di Malaka. 

Acara  berlangsung sederhana.  Louize Lucky Taolin hadir di kesempatan ini sekaligus untuk  menyaksikan dan menanggapi  beberapa permintaan masyarakat. Louize menjelaskan permintaan  masyarakat  terkait  bencana stunting serta bencana-bencana yang lain membuat masyarakat menjadi sakit-sakitan dan miskin. 

“Bencana tanggul Benenai, sumur warga dan kultuasi hasil pertanian warga. Kultuasi hasil pertanian yaitu harga  pupuk dan obat pertanian naik, produk pertanian  warga merosot, harga beras turun,” terangnya. 

Hal ini  masih  diikuti hingga  Pemerintah Daerah  sanggup  membangun  wadah dan sarana pertanian  diantara upaya penanggulangan  bencana Alam.

Wabub menjelaskan, penanganan banjir di wilayah  DAS Benenai di Motaulun bahwa anggaran  yang akan diluncurkan dari pusat nanti, dihitung untuk  pembangunan tanggul Motaulun dan disesuaikan. 

“Jika kurang anggarannya ditunda,  dan cukup diselesaikan bertahap sesuai anggaran yang ada.  Ini menyangkut soal beberapa pertanyaan  dari masyarakat, yakni soal tanggul, memang ini adalah musibah. Dan tahun depan kalau  ada anggaran akan dilanjutkan,” kata Wabup Louize. 

Kemudian  berapa anggaran yang diluncurkan dari pusat sekiranya kurang, bisa ditunda sedikit untuk dikerjakan tahun 2024. Namun kalau  anggaran cukup, bisa satu kali  dikerjakan,” terang Wabup Louize . 

Adapun yang terkait dengan sumur- sumur itu disampaikan bahwa pihaknya bisa  intervensi dari Dana Desa. Karena  membuat sumur itukan dananya tidak terlalu besar.  Apalagi hanya renovasi atau menggali ulang yaitu dibersihkan saja, itu bisa dianggarkan melalui Dana Desa (DD). 

“Saya rasa itu kerja mudaj, tinggal bagaimana  dari Pemerintah Desa harus sering komunikasi dengan kami karena kami urusan banyak.  Kalau mau mendekat itu kita pastikan,” ajak Wabup. 

Pemerintah Kabupaten Malaka saat ini lagi berupaya keras untuk beras Nona Malaka, kalau itu sudah jalan maka itu semua akan berjalan baik. 

“Tinggal bagaimana jenis beras yang kita pakai untuk Nona Malaka itu seperti apa nanti kita sama-sama tanam seperti itu.  Maka dengan sendirinya pasar itu akan terjawab,” tutup Wabup Louize . 

(Rofinus Bria).