BPS Gelar FGD Data dan Indikator Pembangunan Papua Pegunungan

Wamena (kabar-nusantara.com) – Akhmad Fauzi,  Fungsionaris Statistik Ahli Madya Badan Pusat Statistik Prov. Papua mengatakan, laksanakan fucus group discussion, terkait data dan indikator pembangunan di provinsi Papua Pegunungan, Kamis (24/08/2023). 

Fauzi mengatakan jadi ini kerjasama dinas kominfo Prov. Papua Pegunungan dengan BPS Prov. Papua. Terus terang kami BPS masih menangani 4 DOB.  Jadi belum ada BPS khusus untuk Prov. Papua Pegunungan. 

“Tujuan focus group discussion dilakukan itu, BPS menyediakan data-data indikator makro digunakan dalam pembangunan Prov. Papua, disajikan  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)  Indeks pembangunan manusia (IPM) dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan data terkait profil Prov. Papua Pegunungan,” katanya. 

Dia menjelaskan dimana salah satunya profil, kita menampilkan seperti jumlah sekolah, puskesmas, sarana-prasana, penduduk dan aparatur sipil negara. Berdasarkan mutu pendidikan 8 kabupaten di Prov. Papua Pegunungan. 

“Sehingga dengan adanya data, kita menyampaikan kepada dinas-dinas terkait kebetulan hadir pada focus group discussion, mereka lebih memahami data-data kegunaanya  apa saja, Artinya nanti digunakan untuk apa dan sumber dari apa,” Jelasnya. 

Fauzi menuturkan dengan adanya data-data, mereka bisa paham dan mungkin ingin meningkatkan kapasitasnya lagi. mereka bertanya sudah ada data, saya butuh data mana? saya bertanya data mana? jadi tujuannya seperti itu. 

“Kami sudah ada gambaran data jadi  tampilkan tadi beberapa cuplikan, menampilkan mengenai angka, data-data sekolah. sedangkan IPM sendiri ada dari kesehatan, kematian ibu banyak sekali,” Tuturnya. 

Dia menambahkan dari PDRB juga hanya menampilkan mengenai PDRB tahun ini, tetapi dia tidak menampilkan secara detail, bagaimana 5 tahun lalu. Kemudian dari primer dan  sekunder. 

“Jadi sebenarnya banyak data, nanti focus group discussion ini, outputnya dinas kominfo dan BPS akan ada buku publikasi mengenai masing-masing yang kita bahas tadi,” Tambahnya. 

Dia menjelaskan sehingga para stekholder dari dinas maupun swasta datang membutuhkan data, bisa melihat dari buku referensi yang akan kami terbitkan seperti itu. Jadi nanti bisa dikaji lagi. 

“Kami berharap focus group discussion seperti ini, nanti dilakukan setiap tahun dengan lebih fokus, mungkin saat inikan kita hanya mengenalkan. Tetapi untuk tahun depan, kita bisa lebih menggali lagi seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 8 kabupaten Prov. Papua Pegunungan berapa seperti itu,“ jelasnya. 

Dia menuturkan tetapi nanti kedepan kita bisa melihat Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan, menurunkan angka IKK. IKK inikan kemahalan, jadi semakin turun berarti tidak mahal. 

“Kalau IPM itukan Indeks pembangunan manusia mungkin nanti dengan stekholder terkait, kita akan bicara langkah-langkah apa  yang perlu dilakukan oleh pemda  provinsi maupun kabupaten. Agar IPM Papua Pegunungan naik seperti itu,” pungkasnya. (KBN-145)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *