Hilang Disapu Gelombang, Nelayan Labuan Ditemukan Meninggal Dunia

Pandeglang (kabar-nusantara.com) –
Pencarian nelayan asal Labuan yang hilang di wilayah perairan Pulau Liwungan,
Pandeglang akhirnya mulai membuahkan hasil. 
Satu orang
nelayan atas nama Tarban (60) ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia
dalam jarak sekira 10 kilometer dari lokasi pencarian. Dilansir dari laman
detik.com Rabu (8/12/2021)




Kepala
Basarnas Banten Adil Trianto mengatakan pencarian nelayan yang hilang di Pulau
Liwungan masih terus dilanjutkan. 
Pasalnya,
petugas masih terus mencari satu nelayan lagi atas nama Kanta (35) yang masih
belum ditemukan hingga saat ini.


“Upaya pencarian masih terus kami lakukan. Satu udah ditemukan kemari
dalam kondisi meninggal dunia, sementara yang satunya lagi prosesnya masih
nihil, 

katanya saat dikonfirmasi di Pandeglang, Banten, Rabu (8/12/2021).

 

Korban
diketahui telah ditemukan di wilayah perairan Pantai Cibungur, Kecamatan
Sukaresmi, Pandeglang. 
Pada saat
ditemukan, terdapat beberapa luka robek di bagian pelipis sebalah kanan dan
bagian leher sebelah kiri pada jasad korban.


“Luka sobek tersebut dugaannya diakibatkan oleh benturan karang,”
ungkapnya.


Jasad korban pun sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara,
pencarian korban lainnya akan difokuskan di sekitar wilayah perairan yang
menjadi lokasi penemuan korban tak selamat tersebut.


“Pencariannya akan kami fokuskan di sana. Soalnya berdasarkan informasi,
korban yang belum ditemukan ini tidak bisa berenang pada saat perahu mereka
kehantam gelombang tinggi,” pungkasnya.


Sebelumnya diberitakan, dua orang nelayan asal Kecamatan Labuan, Pandeglang,
Banten dilaporkan hilang saat pergi melaut. Keduanya hilang saat berada di
perairan Pulau Liwungan. 
Sebelumnya
diberitakan, dua orang nelayan asal Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten
dilaporkan hilang saat pergi melaut. Keduanya hilang saat berada di perairan
Pulau Liwungan.




Informasi
yang diperoleh, kedua nelayan itu yakni Kanta (35) dan Tarban (60).  M
ereka awalnya
berangkat bersama dua rekannya Sakrodi (40) dan Surif (35) dari Pelabuhan
Perikanan Labuan pada Senin (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB.


Dari keempat orang itu, dua nelayan yakni Sakrodi dan Surif berhasil
diselamatkan oleh kapal nelayan lain yang sedang berada di lokasi. 
Sedangkan
Kanta dan Tarban tak berhasil ditemukan usai perahunya dihantam gelombang
tinggi.




Baca artikel detiknews, “Hilang Disapu Gelombang, Nelayan Labuan Ditemukan
Meninggal Dunia” selengkapnya 
https://news.detik.com/berita-jawa-barat/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *