Kolaborasi Dengan BP3MI Pemkab Jembrana Berangkatkan CPMI

Jembrana (kabar-nusantara.com) – Bupati Jembrana I Nengah Tamba melepas 143 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan pemagangan, bertempat di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Minggu (26/2/2023).

Acara pelepasan dihadiri Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana, Made Gede Budhiarta serta Kepala BP3MI Provinsi Bali, A. A. Gede Indra Hariawan.

CPMI merupakan upaya pemerintah Jembrana dalam mensejahterakan masyarakat  dalam dunia kerja ke luar negeri terealisasi kembali. 

Hali itu ditandai dengan penyematan pin serta penandatanganan MoU dengan 6 P3MI dan 13 LPK yang sudah terakreditasi sebagai bentuk jaminan keamanan dan kerjasama dalam proses rekrutmen maupun pelatihan bagi CPMI.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba, ingin membuktikan bahwa anak – anak  muda Jembrana berpeluang besar dan terjamin keamanannya bekerja sebagai CPMI.

“Itu kita kolaborasikan dengan BP3MI yang saling membantu mulai sebelum dia bekerja saat bekerja dan setelah bekerja,” terang Bupati. 

“Kolaborasi dengan BP3MI ini menjadi yang pertama di Bali dalam memberangkatkan CPMI,” tambahnya.

Melalui pelepasan CPMI dan pemagangan tersebut pihaknya mengatakan mereka akan menghasilkan banyak devisa bagi Kabupaten Jembrana, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang signifikan.

“Sebagai contoh ada 3.000 hingga 4.000 PMI yang bekerja di luar negeri, bayangkan berapa banyak devisa yang dihasilkan oleh mereka. Ini yang akan terus kita dorong kedepan, demi kesejahteraan masyarakat Jembrana,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana Made Gede Budhiarta mengatakan ditengah maraknya berbagai persoalan berkaitan dengan pengiriman tenaga kerja keluar negeri, baik itu CPMI maupun pemagangan. 

Diperlukan andil Pemerintah dimana banyak sekali persoalan mulai dari pemberian informasi, proses rekrutmen, pelatihan, penempatan, monitoring, evaluasi dan sustainable dari program itu. 

“Kalau Pemerintah sendiri melaksanakan itu semua sudah pasti tidak bisa tetapi dalam hal ini pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi pada titik rawan dalam proses pemberangkatan CPMI,” katanya.

Ia menyebut ditahun ini Bupati Jembrana menargetkan ada 20 PMI dimasing – masing Desa/Kelurahan sehingga tahun ini targetnya ada 1000 PMI. 

“hari ini kita juga MoU dengan 6 P3MI dan 13 LPK yang sudah terakreditasi. Hal ini juga terkait dengan pengembangan BLK yang saat ini kita tahu sangat terbatas dari sisi SDM, sarana prasarana dengan beban 20 PMI per Desa tentunya kita harus bersinergi dengan LPK maupun P3MI,” ungkapnya.

“Total ada 143 orang yang dilepas, dari 143 orang tersebut 113 Pemagangan dan 30 CPMI. Adapun beberapa tujuan negara diantaranya Polandia 23 orang, Turki 7 orang, Taiwan 33 orang, Jepang 80 orang,” terangnya.

Atas kemajuan ini Kepala BP3MI provinsi Bali A. A. Gede Indra Hariawan mengapresiasi Pemkab Jembrana dalam memberangkatkan PMI melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Kepada peserta CPMI saya minta untuk menjaga nama baik daerah dan bangsa serta pergunakan momen tersebut untuk belajar dan meniti ilmu di luar negeri, agar nantinya sekembalinya ke daerah asal dapat berwirausaha untuk mendukung Jembrana emas,” tandasnya. (Kd Ngurah Anom)