Sukabumi (Kabar Nusantara) – Seorang warga di kampung Palasari Desa Palasarigirang Kecamatan Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi berbicara kepada wartawan soal infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat juga Daerah, Senin (15/5/2023).
Jalan ini merupakan akses utama warga masyarakat Kabandungan, Kalapanunggal dan sekitarnya yang hendak bepergian keluar masuk daerah tersebut. ialah jalur Kalapanunggal – Parungkuda, kondisinya rusak parah, seperti sungai tapi kering, dan akan berubah menjadi danau ketika hujan tiba.
“Dulu kita sebagai pengguna jalan kadang masih bisa memilih dan mencari jalur alternatif walau agak jauh jarak tempuhnya, tak masalah, seperti jalan – jalan Desa yang berada disekitat selagi bisa tembus dengan jalur tersebut yang penting aman serta nyaman.
Hal senada dikeluhkan pengendara kendaraan sepeda motor, Selaku pengguna tetap, misal karyawan pabrik di Parung Kuda dengan nama Ahsan (37)
“Saya heran kenapa jalan ke Parungkuda gak pernah ada perbaikan sama sekali padahal dulu pada jamannya proyek Gn. Salak, Unocal itu rutin merawat dan memperbaiki sampai Parungkuda jalan selalu mulus terus tapi sekarang rusak parah” ujarnya.
Ahsan menambahkan, wewenang dan tanggung jawab pemeliharaan jalan tersebut diatas sudah lama diserahkan ke Pemda Sukabumi dan wewenang serta tanggung jawab perusahaan swasta tersebut yang kini masih eksis di Gunung Salak ialah Star Energi (SE) bersama Indonesia Power (IP)
“Pihaknyalah yang akan merawat jalan Simpang Cikidang hingga ke lokasi proyek panas bumi Gng Salak, begitupun sebaliknya.” katanya.
Sangat di sayangkan jalur yang dulu selalu rapi serta mulus bahkan jadi andalan bagi pengguna jalan baik yang dari arah Kabandungan, Kalapanunggal menuju arah simpang Cikidang begitupun sebaliknya, walau jalannya tidak terlalu lebar masih mending kalau mulus, tapi sama halnya dengan jalur yang ke Parungkuda banyak amblas dan berlubang, ngeri juga kalau malem saat berpapasan dengan mobil- mobil besar seperti trailer yang hendak lintas ke proyek panas bumi gunung salak.
“Kami sebagai warga bingung harus kemana menyampaikan aspirasi kami sebagai masyarakat ketika kami ingin merasakan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
(Dedi Cobra)













