Medan (kabar-nusantara.com) – Orang tua korban
pemukulan yang diduga dilakukan oleh pria berinisial HSM, kader Satgas Cakra
Buana PDIP, datang ke Polrestabes Medan. Kedatangan mereka memenuhi panggilan
penyidik. Pantauan detikcom, orang tua korban tiba di
Polrestabes Medan. Mereka datang bertiga. Dilansir dari laman detik.com, Sabtu (25/12/2021)
Sampai di Polrestabes, mereka langsung masuk ke
ruang Satreskrim. Mereka menyebut kedatangannya itu memenuhi panggilan
penyidik. dan belum mengetahui agenda di Polrestabes Medan.
“Dipanggil sama penyidik. Tapi agendanya
belum tahu,” kata ibu kandung F, Ina kepada wartawan.
Sementara itu, suami Ina meminta waktu untuk
menyampaikan tanggapan dari keluarga. Dia menyebut, setelah selesai, baru nanti
disampaikan.
“Nanti saja ya, biar selesai semuanya dulu.
Baru nanti kita sampaikan agar valid datanya,” ucap ayah kandung F.
Sebelumnya, dilihat detikcom, dalam video itu
tampak satu unit mobil berwarna hitam memasuki area depan sebuah minimarket.
Mobil itu kemudian menyenggol sepeda motor yang sedang parkir di depannya.
Setelah mobil berhenti, tampak ada wanita turun
dari mobil itu lalu masuk ke minimarket. Tak lama berselang, seorang pria
memakai peci hitam keluar dari minimarket. Dia tampak seperti berbicara dengan
sopir mobil tersebut.
Sopir yang memakai baju putih lalu mendekati pria
berpeci itu. Dia langsung memukul di bagian wajah pria itu hingga pecinya jatuh.Tak hanya itu, sopir itu menendang serta memukul
pria berpeci. Pria yang dipukuli terlihat tidak membalas.
Pengunggah menyebut lokasi peristiwa itu berada di
sebuah minimarket yang tidak jauh dari salah satu Sekolah Swasta di Medan.
Pengunggah mengatakan pemobil itu melakukan aksinya karena tak mau memundurkan
mobil agar sepeda motor yang berada di depan keluar.
“Informasi yang beredar, pengendara roda
empat tidak terima kendaraannya untuk mundur agar kendaraan roda dua bisa
keluar. Terlihat jelas dari CCTV mobil yang masuk menyenggol sepeda motor yang
parkir,” tulis pengunggah.
Lalu, korban membuat laporan ke Polrestabes Medan.
Polisi melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi atas peristiwa itu.
Polisi pun menetapkan pengemudi mobil tersebut menjadi tersangka.
“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, iya
(masih diburu),” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Muhammad
Firdaus saat dimintai konfirmasi.
Tak lama kemudian, polisi pun menangkap HSM. Dia
lalu dibawa ke Polrestabes Medan untuk dilakukan pemeriksaan. “Iya, sudah diamankan. Sedang dilakukan
pemeriksaan penyidik Polrestabes Medan,” kata Kabid Humas Polda Sumut
Kombes Hadi Wahyudi, Jumat (24/12).
Pengemudi Mobil berinisial HSM Kader Satgas Cakra
Buana PDIP
Ketua Satgas Cakra Buana PDIP Darmawansyah
Sembiring mengatakan HSM merupakan kadernya yang menjabat Wakil Komandan Satgas
Cakra Buana PDIP Sumatera Utara. Darmawansyah kemudian menjelaskan soal
peristiwa itu.
“Sebenarnya itu tidak sesuai dengan yang
diberitakan, sampai malam ini kita sedang menyelesaikan masalah itu. Perlu kita
klarifikasi, itu melanggar UU ITE,” tuturnya.
Darmawansyah menyebut saat peristiwa itu remaja
itu mengeluarkan kata-kata kasar. Hal itu yang membuat pria yang menggunakan
mobil melakukan pemukulan.
“Itu anaknya terlalu kasar sama beliau itu,
disuruh geser mobil bentak-bentak orang tua. Ibaratnya, kita orang tua
dibentak. Ada saksi kunci kejadian itu,” ujarnya.
Baca artikel detiknews, “Ortu Remaja yang
Dipukul-Ditendang Kader Cakra Buana PDIP Datangi Polres Medan”
selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5870129/ortu-remaja-yang-dipukul-ditendang-kader-cakra-buana-pdip-datangi-polres-medan.











