Purwodadi (Kabar Nusantara) – Pemkab. Grobogan bersinergi dengan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah serta Kepolisian menggelar acara Pameran UMKM dan Bazar, Tausiyah Kebangsaan dan Gerakan Semesta Mencegah Stunting serta Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah & Aisyitah Grobogan. Bertempat di Gedung serba guna Dewi Sri Danyang Purwodadi Grobogan, Selasa (23/05/23)
Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH, MM dalam sambutanya menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim BKKBN baru saja berkunjung ke Desa Krangganharjo, melihat langsung kegiatan Posyandu dalam praktek pemeriksaan ibu hamil, terkait dengan layanan penurunan angka stunting di Kab. Grobogan.
“Tadi ada ibu hamil yang saat menikah masih muda, yaitu baru berusia 18 tahun, saat ini telah punya anak usia 8 bulan., melihat kondisi ini tentu sangat memprehatinkan,” kata Bupati.
Hj. Sri Sumarni melaporkan bahwa sesungguhnya pada saat ini pihaknya memiliki program gerakan cegah stunting (Gerceg), sebagai upaya gotong royong dalam rangka untuk menurunkan angka stunting. Gerakan ini melibatkan mulai dari remaja, calon penganting, ibu hamil, keluarga beresiko stunring dan para kader Posyandu..
“Selain itu didalam gerakan semesta mencegah stuntung di Kab. Grobogan juga disiapkan upaya-upaya sistem managemen data, yaitu menggunakan “Atasi Stunting” serta program “Bapak Asuh Anak Stunting di Kab. Grobogan,” terangnya.
Menanggapi laporan Bupati Grobogan tersebut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Efendi, M.AP dalam Tausiyahnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi menggelar acara ini.
Pemkab. Grobogan telah membangun sinergi yang baik, bekerjasama dengan Kepolisian, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan elemen masyarakat. Menuju masyarakat yang berkemajuan, ‘saiyek saeko proyo’.
Masyarakat Grobogan harus selalu bergandeng tangan dan bergotong royong untuk betul-betul mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Pemerintah saat ini sedang berupaya mentargetkan 2 hal, yaitu penurunan angka Stunting dan kedua, penghapusan kemuskinan ekstrim.
“Pada tahun 2024 kita harapkan Grobogan tidak ada lagi kemiskinan ekstrim dan angka stunting bisa dibawah 10%. Seperti Kabupaten lain di Jateng, ada yang sudah mencapai angka dibawah 10%,” ujarnya.
“Di Grobogan sesuai data, angka kemiskinan ekstrim dibawah 2%, mudah-mudahan tahun 2024 Kab. Grobogan bisa 0% sesuai arahan Bapak Presiden,” tambahnya.
Untuk menurunkan angka stunting itu alat ukurnya harus tepat, maka di setiap Posyandu harus memiliki alat ukur Antropometri yang berstandar. Sedangkan untuk Puskesmas juga harus memiliki alat USG yang berstandar.
Sehingga kalau janin yang ada diperut ibu hamil itu ada masalah, dokter bisa intervensi mengatasi masalah tersebut dengan tepat, itu sangat penting. Kalau bisa setiap bulan ibu hamil harus diminta untuk periksa di USG untuk melihat kondisi uaninya.
“Pesan saya penurunan Stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim harus benar-benar diperhatikan. Itu dana-dana Desa, dana dari Kementerian Desa bisa dimanfaatkan fokus pada 2 masalah tersebut. Bisa juga dana dari APBD, dana Provinsi. Pokoknya untuk mencapai kemiskinan 0%,” tandas Menteri PMK.
Pada kesempatan tersebut Menteri Muhadjir juga mengucapkan Selamat kepada Pengurus Daerah Muhammadiyah dan Pengurus Daerah Aisyitah yang telah dikukuhkan, mudah-kudahan dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. (As)













