![]() |
| Foto. Kegiatan tausiah kebangsaan yang diadakan oleh Polda Kaltim |
BALIKPAPAN (kabar-nusantara.com) – Seluruh elemen masyarakat di Balikpapan melaksanakan dzikir dan doa istighotsah bersama, yang mengangkat tema Tausiah Kebangsaan dan Doa Bersama untuk korban tragedi Kanjuruhan, dilaksanakan di Dome dengan ustad Gus Miftah, Rabu (20/10).
Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si.di dampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Mujiyono, serta Pejabat utama Polda Kaltim ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dzikir dan doa bersama juga dihadiri oleh perwakilan dari Gubernur, perwakilan dari Kodam, tokoh agama, anggota ormas, para santri dan instansi tertait.
Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan kegiatan istighosah dan doa bersama ini sebagai momentum yang sangat istimewa, bukan hanya bagi anggota Polri tetapi juga bagi seluruh masyarakat Balikpapan.
”Ucapan terima kasih kepada para hadirin yang datang dalam rangka dzikir dan doa bersama,” kata Kapolda Kaltim.
Selanjutnya Kapolda menyampaikan bahwa doa istighotsah bersama ini merupakan doa khusus yang di laksanakan bersama-sama dalam menghadapi musibah atau memohon keselamatan kepada Allah SWT.
”Semoga dengan istighotsah yang kita laksanakan bersama-sama ini diijabah oleh Allah serta mendapatkan pertolongan dan keselamatan dari Allah SWT, sekaligus momen tersebut juga dapat dipergunakan untuk mempererat tali silaturahmi dengan ulama, santri dan masyarakat,” ujar Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto.
Hal yang sama disampaikan oleh Gus Miftah bahwa kegiatan seperti inj sangat penting untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan persatuan sesama anak bangsa.
“Indonesia ini adalah negara besar yang terdiri dari ribuan suku bangsa karena itu harus dijaga persatuannya,” tegas Gus Miftah.
Karena itulah dirinya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga persaudaraan dan menghindari perpecahan. Justru jadikanlah perbedaan itu sebuah kelebihan untuk saling membantu dan menjaga persatuan. (are)












