Rokan Hulu
(kabar-nusantara.com) – Seorang ibu
bernama Iis Aprianti dievakuasi polisi menggunakan perahu karet dari tempat
tinggalnya di Rokan Hulu, Riau. Dilansir dari laman detik.com, Senin (3/1/2022)
Iis Aprianti dievakuasi karena rumahnya
terendam banjir jelang melahirkan.
“Istri waktu itu akan melahirkan dan sudah bukaan dua, tiba-tiba sekitar
pukul 09.00 WIB rumah kena banjir kiriman,” kata suami Iis, Roni Siregar,
kepada wartawan, Senin (3/12/2021).
Dia
mengatakan keluarganya sempat bingung karena air terus naik dan merendam
rumah-rumah di Desa Babussalam, Rambah pada Sabtu (1/1). Dia mengatakan polisi
yang mengetahui istinya akan melahirkan kemudian datang membantu.
“Saat
itu Kapolres (Kapolres AKBP Wimpiyanto) lagi keliling mantau di lokasi banjir
sendirian. Kemudian beliau datang karena mendapat kabar istri mau melahirkan,
langsung ke rumah,” katanya.
Roni mengatakan polisi saat itu meminta istrinya dievakuasi ke RSUD Rokan Hulu.
Namun, keluarga meminta dibawa ke bidan desa yang sudah memeriksa Iis sejak
awal kehamilan. “Waktu beliau melihat ada perahu karet di dekat rumah, beliau tanya
‘kenapa di sini?’
Kami jawab
marena ada mau melahirkan. Lalu beliau suruh langsung evakuasi kalau tidak
memungkinkan pakai perahu karet, pakai mobil dinas beliau, lalu kami bilang
jangan, nanti mobilnya rusak, beliau jawab ‘lebih penting nyawa’,”
katanya.
“Jadi kami bilang ‘terima kasih bantuannya pak. Di bidan sini saja tidak
apa karena sudah sejak awal bidan yang periksa’,” kata Roni.
Iis kemudian dievakuasi ke tempat bidan desa menggunakan perahu karet. Evaluasi
dilakukan sekitar pukul 14.50 WIB.
dievakuasi ke tempat bidan desa menggunakan perahu karet. Evaluasi dilakukan
sekitar pukul 14.50 WIB.
“Kapolres sendirian, tidak ada anggotanya yang lain. Akhirnya sama warga
dibawalah ke bidan, beliau (Kapolres) ikut menyorong perahu sampai ke tempat
bidan,” katanya.
Sekitar
pukul 20.30 WIB setelah dievakuasi Iis akhirnya melahirkan dengan persalinan
normal di praktik bidan. Keluarga mengaku bersyukur ada bantuan dari kepolisian
saat Iis hendak melahirkan.
“Sejak kami kecil sampe tahun 2022 belum ada pimpinan tertinggi di Polres
itu pernah berani turun langsung di tengah banjir yang tidak bisa lagi di
lewati kendaraan. Kemarin beliau turun sendiri, tanpa ajudan,” katanya.
Kapolres Rohul AKBP Wimpiyanto mengatakan banjir di Rokan Hulu terjadi akibat
hujan lebat dari daerah Padang Lawas. Dia
menyebabkan debit air di sungai Batang Lubuh meluap dan menyebabkan banjir di
Babusalam.
“Kemarin terdampak sekitar 1.223 kepala keluarga yang rumahnya terendam
banjir. Termasuk di Babussalam,” kata Wimpi.
Wimpi mengatakan saat itu dirinya sedang patroli. Sementara personel lainnya
masih melakukan pembagian sembako kepada warga sekitar dan saat ini air sudah
surut.
Baca artikel detiknews, “Rumah Terendam Banjir Saat Mau Melahirkan, Ibu di
Riau Dievakuasi Polisi” selengkapnya











