Sejarah Kilas Balik Gereja Agape Sentani di HUT ke – 8 Tahun

Sentani (kabar-nusantara.com) – Penas Bahabol, pendiri Gereja Agape Sentani menceritakan kilas balik sejarah Gereja Agape Sentani di HUT Ke- 8, jemaat di gereja Agape pada saat itu tergabung dalam kelompok ikatan mahasiswa yang disebut IP2MKSS, Rabu (09/11/2022). 

Berawal mendirikan ikatan mahasiswa, komunitas ini terus tumbuh, anggota semakin banyak, para mahasiswa yang datang dari berbagai kampung semakin banyak yang ikut bergabung.

“Itu menjadi pertimbangan dan beban bagi kami pendiri. Walaupun saat itu beberapa orang tidak menyetujui untuk jemaat ini mendirikan gereja disini. Tetapi saya, Pdt Markinus Kobak dan Lesio Suhun berinisiatif untuk mengambil tanggungjawab,” jelas Penas.

Dia menambahkan, bagaimanapun caranya Gereja di jemaat ini didirikan, akhirnya pro-kontra yang sebelumnya terjadi menjadi satu kesepakatan untuk mendirikan Gereja GIDI Agape Sentani, itu perjalanan beliku-liku yang kami lewati. 

Bahabol menjelaskan bahkan saat  mendirikan pos pekabaran Injil di jemaat ini, di tingkat kordinasi klasis,  diakui bahwa banyak hal manipulasi yang dibuat, untuk kebaikan atau menyelamatkan keimanan manusia yang berkumpul dalam ikatan persekutuan ini. 

“Manipulasi maksud saya adalah data yang kami ajukan ke klasis untuk memenuhi syarat, salah satu syarat untuk mendirikan jemaat, telah ditentukan dalam peraturan Gereja, lalu saya melengkapi dengan data palsu tetapi tujuan saya baik,” tuturnya. 

“Jadi saya terharu sekali di ulang tahun yang ke-8, walaupun usia masih muda, tetapi puji Tuhan kedewasaan jemaat  semakin meningkat, Sekolah Minggu, remaja semakin bertumbuh didalam Tuhan,” kata Penas.

Dia mengatakan lebih lanjut, sangat bangga sampai menitikan air mata dalam momen ini. Dia  menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam perjalanan sejarah perjuangan dalam jemaat ini. 

“Pada waktu kita membawa Gereja ini, tokoh-tokoh waktu itu mendukung kami, terbukti saat ini kami merayakan ulang tahun ke 8 dengan penuh suka cita yang luar biasa,” jelas dia. 

“Ceritanya panjang dalam aturan gereja waktu itu, tingkat klasis memutuskan di daerah kota Sentani tidak boleh ada pos pekabaran Injil, klasis waktu itu masa kepemimpinan Pdt Reinhard Ohe. Ia yang memegang keputusan waktu itu,” ungkapnya. 

Dia mengungkapkan sehingga tidak mau kasih tetapi Pdt Markinus berusaha keras datang berkali-kali, akhirnya Pdt Reinhard Ohe membuka hati mau menerima, yaitu mengijinkan untuk melakukan ibadah. 

“Jadi jemaat ini disahkan pada tanggal 26 Oktober 2014, ditetapkan sekaligus melantik para hamba Tuhan Gembala pertama Pdt Markinus Kobak waktu itu masih Evangelis,” terang Bahabol. 

Dia mengesankan gembala pertama Pdt Markinus Kobak sendiri, saya juga jurusan teologi tapi waktu itu belum menyelesaikan pendidikan dan belum berkeluarga akhirnya Pdt Markinus ditunjuk sebagai gembala waktu itu. 

“Pada 9 November 2014 jemaat ini menjadi definitif, sekaligus penunjukan gembala dari klasis. Jadi gereja ini diberikan ijin pada 28 Oktober 2014,” terangnya. 

Dia menambahkan pendiri menetapkan 9 November 2014, karena pada saat itu ibadah perdana sekaligus pengesahan nama jemaat Agape Sentani, dan  pelantikan para hamba Tuhan yang melayani. Sehingga waktu itu diberi nama  Gereja Agape, itu dikasih cuma-cuma dari Tuhan.

“Jadi nama Agape ini kita tidak membawa dari mana-mana tetapi bahasa Yunani menceritakan tentang kasih cuma-cuma, tetapi sesungguhnya apa yang kami rasakan waktu itu sehingga gereja ini kita dirikan kasih Tuhan cuma-cuma,” ungkapnya. 

Tetapi puji Tuhan menghadirkan Gereja ini melalui orang-orang yang Tuhan percayakan dibumi ini yang melayani pimpinan klasis waktu itu. Kami diberi kesempatan untuk mendirikan gereja ini. 

“Harapan kami sebagai pendiri kedepan gembala, wakil gembala serta majelis tetap menjalankan semua pelayanan. Kami pendiri akan mendorong dari belakang, mendukung apa yang kami bisa,” harapnya. 

Dia menjelaskann bahwa jemaat di gereja ini numpang dari asrama mahasiswa Distrik Lolat, kami para  pendiri menyampaikan terimakasih setingginya kepada para mahasiswa Distrik Lolat atas ijinya selama 8 tahun  sehingga Gereja berada di lokasi mahasiswa,” katanya. 

Pendiri berharap tahun 2023 keatas Gereja baru sudah bisa punya tempat yang sedang dibangun oleh jemaat melalui Panitia bisa selesaikan. 

“Dengan cara sendiri sebab kami tahu, gereja ini Tuhan yang memulai pasti Tuhan juga yang mengakhiri, segala program apapun kecil dan besar pasti Tuhan campur tangan. Itu yang kami sampaikan dalam kesempatan ini. Di jemaat ini  ada suku Yali, Mek dan suku Lanny. Jadi kami sebagai pendiri mengajak untuk kita kembali menjadi satu,” ucapnya.

Dia mengajak mari semua ambil bagian, para senior dan kader gereja diberbagai kota yang ada. mari datang memberikan dukungan penuh pembangunan gedung gereja, secara langsung maupun tidak langsung melalui doa, daya dan dana. 

Dia berhap tahun 2023 bisa merayakan HUT ke 9 di gedung gereja baru. Itulah sebabnya dia  sebagai pendiri memohon dukungan penuh oleh semua pihak, untuk pembangunan gedung gereja, tetapi juga pelayanan dan penginjilan yang sudah diprogramkan oleh Pelayan jemaat yang ada. 

“Dalam setiap momen hari ulang tahun gereja GIDI jemaat Agape, mulai terhitung hari ini tanggal 9 November 2022 sampai dengan seterusnya, dalam setiap momen HUT Gereja Agape Sentani agenda sejarah tidak boleh dilewatkan siapapun dia Panitia,” pintanya.

Lebih lanjut karena gereja ini datang dari mana asal-usul, siapa yang bawa tanggal berapa  didirikan, nama jemaat, tujuan jemaat ini, visi misi dan tema. Gereja ini sudah mempunyai catatan sejarah, jadi bukan asal mendirikan, jemaat gereja GIDI Agape ini ada pendoa, konseptor, eksekutor dan motivator dari semua ini yang bergerak sudah mempunyai buku lengkap. 

“Kami berharap untuk generasi yang akan datang, pada saat HUT jemaat ini harus diberikan kesempatan seluasnya dan berkoordinasi kepada pendiri untuk membacakan sejarah, itu wajib hukumnya tidak bisa dilewati,” tutupnya. (Isak Silak KBN-145)