Kefamenanu (Kabar Nusantara) – Perhelatan politik, pemilihan anggota legeslatif, dari tingkat pusat sampai pada tingkat daerah, yang akan terselanggara pada tahun 2024 nanti, banyak diwarnai dengan hadirnya kader muda yang siap berkompetsi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ini memnunjukan bahwa indonesia memiliki banyak sekali anak – anak muda yang memiliki potensi yang untuk membangun bangsa, melalui jalur politik.
Hal ini disampaikan pemuda asal Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, Chrisantus Valenrianus Tanmenu, SH, saat ditemui media ini di kediamanya di Bitauni, Sabtu (1/07/2023).
Dalam obrolan singkat tersebut, Chrisantus yang lebih sering disapa Santo, menyampaikan keinginanya untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara. Santo mengungkapkan ia merasa terpanggil untuk menjadi penyalur aspirasi rakyat Insana khususnya dan TTU pada umumnya.
Karena rasa keterpanggilanya tersebut beberapa waktu lalu dirinya telah mendaftar sebagai caleg DPRD Kabupaten TTU dapil III yakni kecamatan insana, insana tengah, insana barat, insana fafinesu, dan insana utara, melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
“saya merasa terpanggil, dan karena untuk mewujudkan rasa keterpanggilan saya tersebut saya telah mendaftar sebaqgai caleg melalui partai PAN, karena menurut saya visi dan misi PAN sejalan dengan apa yang mau say perjuangkan, ” ungkap Santo.
“Sebagai pemuda, tentunya saya ingin ikut berperan membangun kabupaten TTU tercinta ini dan memajukannya, baik dibidang pendidikan, kesehatan serta perekonomian” tambah Santo yang adalah alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana.
Untuk itu, Santo menambahkan, Ia memohon doa restu serta dukungan dari seluruh masyarakat TTU, khususnya di wilayah kecamatan Insana, insana tengah, insana barat, insana fafinesu dan Insana utara.. “Sebab tanpa doa restu dan dukungan semua masyarakat mana mungkin niat tulus saya ini bisa tercapai,” imbuhnya.
Berbekal pengalaman organisasi dan ilmu yang diperoleh semasa kuliah serta dorongan dan motivasi dari berbagai pihak, pemuda kelahiran Lifubatu, 17 Mei 1999, siap menjadi penyalur aspirasi masyarakatnya.
“Saya berpikir keras bagaimana caranya untuk berpartisipasi dalam proses pemabngunan di TTU, khususnya wilayah insana. Saya melihat banyak masalah sosial di tingkat bawah yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah seperti, masalah ekonomi, fasilitas pelayanan masayarkat, dan lain – lain, karena itu setelah saya selesai kuliah, saya merasa terpanggil dan saya ingin masalah – masalah itu bisa diselesaikan” beber Santo penuh semangat.
(Remi)












