Magelang (Kabar Nusantara) – Sejak pagi ribuan warga Curah 3 Desa Sokorini, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang dan sekitarnya menuju ke Masjid Nurul Huda dusun setempat. Mereka datang dengan membawa ‘sarang’ yang berisi nasi berkat, nasi itu kemudian diberikan kepada warga lain yang hadir. Mereka berduyun-duyun hadir untuk melaksanakan tradisi Nyadran, Selasa (03/02/2026).
Nyadran di dusun ini berupa kegiatan mendoakan leluhur dusun secara bersama-sama menjelang puasa Ramadan. Tradisi Nyadran di Dusun Curah 3 ini sudah berlangsung turun temurun. Kegiatan dilaksanakan setiap pertengahan bulan Sya’ban.
Tujuan Nyadran adalah mendoakan arwah para leluhur dusun yang sudah meninggal dan doa minta selamat. Selain itu untuk menjalin silaturahmi antar warga dusun.
Kepala Desa Sukorini, Muhammad Azis Effendi yang turut hadir mengatakan kegiatan tradisi Nyadran sudah berlangsung turun temurun yang masih dilestarikan di dusun ini.
“Kami tidak tahu kapan mulai ada Nyadran. Sudah turun temurun. Tradisi di dusun ini kami lakukan rutin tiap pertengahan bulan Sya’ban. Tujuanya untuk mendoalan para arwah leluhur dusun dan untuk menjalin silaturahmi warga,” ungkap Azis.
Sebelum nasi berkat dibagikan kepada warga lain yang hadir, ‘sarang’ berisi nasi berkat ini dilakukan acara bacaan kalimah tayibah dan tahlil yang dipimpin oleh seorang kyai. Setelah itu makan bersama dan mereka kembali ke rumah masing-masing dengan membawa berkat.
Seorang perantau dari Kalimantan, Nandar, sengaja pulang mudik untuk menghadiri tradisi Nyadran ini.
“Ini tradisi yang bagus, saya sempatkan pulang untuk mendoakan simbah saya yang dimakamkan di dusun ini. Jadi tiap tahun, jika rejeki cukup, pasti saya pulang,” tutur Nandar. (Syakira)









