Nunukan (kabar-nusantara.com) – Dewan adat Dayak Agabag, lembaga adat bersama masyarakat adat Agabag berbondong bondong menghadiri launching Alkitab (Injil Lukas) dalam terjemahan bahasa Dayak Agabag. Masyarakat Dayak Agabag secara umum bersukacita atas terbitnya Alkitab (Injil Lukas) dalam bahasa Agabag yang di inisiasi Gereja GKPI dan GKII bekerjasama dengan Yayasan Kartidaya, dikelompok Kalampising, Senin, (29/08/2022).
Sebelum launching, Alkitab terjemahan Dayak Agabag dijemput dengan upacara adat lalu diarak sambil melantunkan Kumalid menuju Kalampising sebagai tempat acara kemudian disambut dengan Kukuy.
Dalam sambutannya, Ketua Sinode MPH GKPI, Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Min. M.Pd menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas terlaksana dan suksesnya launching Alkitab (Injil Lukas) dalam bahasa Agabag dan berharap Alkitab terjemahan ini bisa dipakai oleh semua Gereja dan denominasi.
“Hal ini juga merupakan sejarah peradaban umat manusia khususnya masyarakat adat Dayak Agabag, karena firman Allah bisa diterjemahkan dalam bahasa Agabag sebagai bahasa ibu suku asli di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara dengan komunitas adat yang terbesar, sehingga firman Allah dalam bahasa ibu jemaat mudah memahami dan menghayati firman Allah,” kata Pdt. Yulius.
Secara terpisah, Ketua Panitia Edyanto Sila, SPd mengatakan, Ilau Lohani Dayak Agabag didalamnya launching Alkitab (Injil Lukas) dan pemutaran film Tuhan Yesus dalam bahasa Agabag sebuah sejarah dan pertama kali, sehingga menjadi kabar sukacita bagi masyarakat Adat Dayak Agabag.
Selain itu, Robert Atim, SPdk mengucapkan terimakasih kepada Pdt, Budianto, S.Th dan Pdt, Tini Nilasan, S.Th yang berhasil menerjemahkan Alkitab (Injil Lukas) kedalam bahasa Agabag, Yayasan Kartidaya, para pimpinan Gereja dan denominasi juga ketujuh lembaga adat Dayak Agabag serta seluruh masyarakat Adat Dayak Agabag yang mendukung secara penuh kegiatan ini.
Selanjutnya Robert berharap, tanggal 29 Agustus 2022 kita jadikan sebagai hari lahirnya Alkitab bahasa Dayak Agabag dan kita akan peringati setiap dua tahun sekali. “Semoga Allah memberkati, Imanuel Amin,” tutup Robert.
Turut hadir dalam acara Ilau Lohani Dayak Agabag ini, para pimpinan Gereja dan denominasi, Grace perwakilan Yayasan Kartidaya, jemaat dari Meksiko, seluruh lembaga adat Agabag serta masyarakat. (Roni Duman)






