foto: mbak Dewi pedagang CFD Kab. Grobogan
Grobogan (kabar-nusantara.com) – Mbak Dewi demikian panggilan akrabnya, seorang pedagang di lokasi Car Free Day Jl. R. Suprapto, tepatnya didepan Harpindo Yamaha Motor menyatakan, dirinya mendapat berkah dari Allah karena daganganya Laris Manis Tanjung Kimpul, Minggu 17/7/22.
Dewi yang menjajakan Kuliner Nasi pecel, Nasi sayur, Pop me, Susu kemasan dan aneka macam minuman itu saat berjualan ditemani Suaminya, omset jualanya lumayan.
“Alhamdulillah pak jualan di CFD selalu ramai, kami merasa mendapat berkah dari Allah, laris manis Tanjung Kimpul, dagangan habis Duitnya Ngumpul..hahaa, alhamdulillah,” tutur Dewi sambil tertawa riang saat ditemui wartawan.
Saat ditanya berapa omsetnya jualan di CFD, ia mengatakan, ya alhamdulillah pak lumayanlah. “Jualan tak sampai waktu sehari tetapi hasilnya mencapai satu jutaan, alhamdulillah,” tuturnya.
Pedagang lain, Bulek Zumah yang berjualan kue Pukismu dan Nasi Ayam Geprek juga menyatakan, setiap jualan di CFD Minggu pagi daganganya selalu habis terjual, ” ya alhamdulillah,” ungkapnya.
Senada dengan itu Sohani seorang pedagang pakaian, mengatakan, ohya kalo di CFD itu baik pedagang Kuliner maupun Non kuliner rata-rata omsetnya bagus.
“Jualan dalam durasi waktu hanya 3 jam tapi hasilnya jutaan itu bagus, bahkan satu-satunya CFD se-Karesidenan Pati yang paling bagus adalah CFD Kabupaten Grobogan ini,” katanya.
Dia menambahkan, jadi orang datang ke CFD itu tujuanya adalah Refresing, Shoping dan Kuliner, sehingga ini akan membawa dampak perputaran ekonomi bagi pedagang kecil disini. Harapan kedepan CFD harus jalan terus, karena kegiatan ini mampu mengangkat perekonomian rakyat kecil.
“Kemarin saat pandemi covid-19 perekokomian semua pedagang sangat sepi. Maka kegiatan CFD inilah mudah-mudahan akan mampu mendongkrak perekonomian rakyat Kab. Grobogan, dan faktanya pedagang di CFD ini setiap minggu bertambah terus. Sejak mulai dibuka CFD setelah covid ini tambahnya hampir 200 pedagang loh,” tambahnya.
Kalo masalah musik live seperti yang direncanaka Bupati Grobogan, ya itu seh bagus ya. Kan dulu musik live dan Senam sudah pernah dilaksanakan di CFD, ini bagus selain untuk hiburan juga sekaligus untuk membina bakat para musisi dan para artis daerah. Hanya saja mungkin pelaksanaanya perlu diatur yang baik, karena dampaknya ada kerumunan, ada kemacetan yang bisa mengganggu kelancaran pengunjung dan mengganggu para pedagang dalam berjualan.
“Adapun tentang pedagang yang tidak tertib, yang menggelar lapaknya disebelah barat jalan, itu sebenarnya Pengurus Paguyuban CFD sudah ngoyak-ngoyak, bahkan Satpol PP juga sudah menertibkan. Tetapi mereka saja yang tidak mau diajak tertib,” jelas Suhani yang juga sebagai pengurus CFD itu.
Sementara saat dikonfirmasi awak media ini, Andi dan Aries pengurus CFD yang bertugas di bagian selatan menjelaskan bahwa, beberapa pedagang yang minggu kemarin menggelar dagangan di sisi barat jalan sudah ditertibkan.
“Sudah pak semua sudah ditertibkan,” kata Mas Andi.
Namun hal itu ditanggapi oleh pedagang kue yang berlokasi dekat Pom bensin, Ibu Zuma. Ia mengatakan kenapa masih ada yang bawa alat masak, goreng-goreng disisi sebelah barat jalan tepatnya di sebelah pelayanan Mobil Samsat itu.
“Mestinya ditertibkan juga donk, jika tidak nanti ada yang ikut-ikutan menggelar dagangan di sisi barat jalan, kalau makin banyak bagaimana?, bisa tambah repot dan bisa macet,” katanya.
Saat dikonfirmasi Satpol PP yang bertugas di sekitar Pom bensin menjelaskan bahwa, petugas sudah menertibkan pedagang, “tetapi yang ada itu kan dari Dinas Pertanian,” katanya.
Namun menurut pantauan wartawan di lokasi itu, mereka yang menggunakan Tenda bertuliskan Dinas Pertanian tersebut sebenarnya adalah para ibu pengusaha UMKM binaan Dinas Pertanian. Ini menjadi PR tersendiri bagi para pengurus CFD berani apa tidak menertibkan mereka. (ahmads)






