Jakarta (Kabar Nusantara) – Masalah kekurangan gizi pada ibu hamil hingga kini masih menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan ibu dan anak. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin sejak dalam kandungan.
Berangkat dari persoalan tersebut, Suhartika, mahasiswi Program Doktor Ilmu Biomedik, melakukan penelitian yang mengkaji potensi tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dalam mendukung pertumbuhan janin pada kondisi kehamilan dengan kekurangan gizi, Rabu (07/01/2026).
Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Dr. dr. Neng Tine Kartinah, M.Kes., dr. Dewi Sukmawati, M.Kes., Ph.D., serta Prof. Dr. dr. Erni Hernawati Purwaningsih, M.S. dan telah melalui proses akademik yang ketat dalam rangka penyelesaian disertasi doktoral.
Dalam penelitiannya, Suhartika mensimulasikan kondisi kekurangan gizi dengan membatasi asupan makanan hingga 50 persen pada model hewan coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekurangan gizi dapat mengganggu jalur hormon pertumbuhan Insulin-like Growth Factor (IGF), yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan janin melalui fungsi plasenta.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa pemberian ekstrak rosella pada dosis tertentu mampu meningkatkan ekspresi reseptor hormon pertumbuhan di plasenta. Temuan ini menunjukkan bahwa perbaikan pertumbuhan janin tidak selalu harus dilakukan dengan meningkatkan kadar hormon, tetapi juga dapat melalui peningkatan responsivitas dan sensitivitas sistem biologis yang sudah ada.
Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan tersebut. Selama ini, banyak penelitian berfokus pada peningkatan kadar hormon pertumbuhan. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa rosella berpotensi berperan sebagai modulator, yang membantu memperbaiki fungsi reseptor hormon, diduga melalui kandungan senyawa antioksidan dan antiinflamasi.
Rosella sendiri merupakan tanaman yang cukup familiar di masyarakat dan mudah dibudidayakan. Dengan adanya dasar ilmiah yang kuat, hasil penelitian ini membuka peluang pengembangan rosella sebagai bahan pendukung kesehatan kehamilan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan gizi.
Penelitian ini telah diuji oleh tim penguji ahli dengan Dr. Fadilah, M.Si. sebagai ketua tim penguji. Melalui riset ini, Suhartika menegaskan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam lokal yang dikaji secara ilmiah sebagai bagian dari solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan generasi mendatang. (Ahmad)











