Sumohai (kabar-nusantara.com) – Okto Kambue Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Yahukimo mengatakan, sidang pleno I merupakan program kerja GAMKI, seharusnya dilaksanakan bulan lalu, namun terlambat, Sumohai, Senin (12/9).
“Tetapi karena kami bentuk panitia pada 10 Juli, sehingga waktu kerja panitia dibutuhkan satu setengah bulan, untuk mempersiapkan semua agenda pelaksanaan sidang pleno I ini,” kata Okto.
Ia menjelaskan, sidang pleno I bertujuan merumuskan program kerja internal maupun eksternal yang dibutuhkan oleh organisasi, bagaimana pengurus melaksanakan program kerja selama waktu berjalan sejak dilantik pada 2021.
“Sebenarnya dilaksanakan awal tahun lalu, tetapi karena ada kendala membuat sidang pleno I baru dilaksanakan bulan ini. Dengan hitungan waktu tiga bulan kedepan,” ucapnya.
ia akan mencoba untuk memaksimalkan waktu yang ada, untuk melaksanakan program kerja yang akan direkomendasikan dari sidang pleno I ini.
“Dengan adanya pembahasan program kerja ini supaya dipahami oleh pengurus, tetapi juga isu-isu terkait pembangunan Kabupaten Yahukimo, urutan kerja apa yang menjadi program prioritas Pengurus GAMKI di Kabupaten Yahukimo ini,” tuturnya.
GAMKI juga bisa melihat, untuk sama-sama melaksanakan semua program kerja yang sudah diputuskan melalui sidang pleno I. Program kerja internal yang urgent melalui sidang pleno ini, akan dilakukan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat Sumohai dan sekitarnya, dan bagaimana menyongsong perayaan Natal itu juga menjadi program kerja GAMKI.
Dikatakan dalam pembahasan komisi nanti, akan menentukan program kerja apa yang akan dijabarkan dalam kepengurusan yang berjalan ini.
“Kami berharap dengan sidang pleno I ini, bisa melahirkan program kerja dan rambu-rambunya, dan akan kami penuhi secara baik, kedepan kami juga akan memberikan pemahaman tentang berorganisasi itu seperti apa, sesudah kita laksanakan,” harapnya.
Ia menyatakan hal itu menjadi penting karena lebih berorientasi pada kerja-kerja nyata dari para pemuda di Yahukimo, bahkan dihimpun dari 9 denominasi Gereja yang ada di wilayah Yahukimo.
“Sehingga kami bisa bersama-sama dalam forum ini, bertukar pikiran, dan saling menguatkan satu sama lain, kami menghindari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan bersama,” tutupnya. (Isak Silak-KN-JJ.398.08.22)





