Teminabuan (kabar-nusantara.com) – Keluarga besar Kondjol dibawah koordinasi Pieters Kondjol dan Mecky Kondjol dan lainnya membuka palang di lokasi antara Pasar Kajase dan Terminal Teminabuan. Pembukaan palang disaksikan oleh Kepala Dinas Perindakop Kab. Sorsel, Agus Wamafma, Minggu 11/9/22.
Pemalangan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antar pihak, baik itu Pemerintah Daerah maupun dengan pihak Pemilik hak ulayat dalam hal ini Keluarga Kondjol, pemalangan tersebut telah terjadi kurang lebih 3 mingguan sejak peletakan batu pertama oleh Bupati Sorong Selatan.
Dalam pembukaan palang tersebut, Pieters Kondjol PK) menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah karena adanya miskomunikasi dimaksud. Menurut PK bahwa kedepan jangan ada lagi situasi seperti ini, menurut informasi yang dihimpun awak media, bahwa lokasi tersebut akan dibangun Pasar Mama-mama Papua yang dianggarkan oleh APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022 ini.
Menurut PK, status tanah tersebut dipertanyakan legalitasnya, apakah termasuk dalam areal penyerahan tanah yang diserahkan oleh Keluarga Kondjol maupun Keluarga Thesia seluas 6 hektar kepada Pemerintah Daerah yang meliputi Terminal dan Pasar Kajase, seharusnya Pemerintah Daerah melalui bagian aset segera mendata agar tidak terjadi kerancauan.
Sementara menurut Mekky Kondjol sebagai orang tua dalam marga besar Kondjol yang dipercayakan bersama Yance dan Hendrikus Konjol membuka palang tersebut dan menyampaikan bahwa pentingnya pendataan dan penentuan batas areal milik Pemerintah, baik itu Terminal maupun Pasar Kajase. Karena Persoalan klasik gugat menggugat tanah di sekitaran lokasi tersebut.
Persoalan gugatan masih berjalan, dan tidak bisa klaim tanah tersebut milik marga Menase Thesia Fle seperti informasi yang ada saat ini. Apalagi dikatakan bahwa Menase Thesia Fle telah menang di Pengadilan Negeri sebanyak 2 kali.
Sementara menurut Kepala Dinas Perindakop Sorsel, Agus Wamafma saat melepas Palang tersebut, dia menyampaikan terima kasih kepada Marga Kondjol atas pembukaan palang tersebut agar berbagai program Pemerintah di areal Pasar Kajase bisa terbangun dengan baik.
Pemerintah Daerah sangat menghargai adat di wilayah ini. Pemerintah Daerah juga berdiri tegak lurus dan menjunjung tinggi kenetralan dalam berbagai urusan menyangkut hak-hak adat di wilayah Tehit maupun Imekko, Akhirnya Kepala Dinas Perindakop, Agus Wamafma mohon dukungan dan kerjasama seluruh masyarakat untuk mendukung berbagai program yang dilaksanakan agar memberi ruang usaha bagi masyarakat ekonomi lemah, terutama usaha-usaha dari Mama-mama Papua,” pungkasnya. (Konjol putra Qhololin)






