Aceh Timur (kabar-nusantara.com) – Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mendesak pihak Baitul Mal Aceh Timur untuk segera mengungkap daftar penerima bantuan pembangunan rumah dan rehab bagi fakir – miskin di Aceh Timur.
Hal itu diutarakan Ronny menyusul polemik yang menerpa Baitul Mal Aceh Timur, pasca dilakukannya pemeriksaan oleh pihak Kejaksaan Aceh Timur akhir -akhir ini.
“Kita minta Baitul Mal umumkan ke publik siapa saja penerima rumah bantuan dan bantuan rehab rumah selama ini, dibuka saja agar masyarakat bisa tahu semuanya,” kata Ronny, Rabu (19 Mei 2021)
Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu menduga Baitul Mal kurang transparan dalam pengelolaan penerimaan maupun soal daftar penerima bantuan tersebut selama ini.
“Sepertinya ada banyak hal yang ditutup – tutupi di sana, kami pernah minta data soal daftar penerima rumah yang dibangun, tapi katanya sudah diserahkan ke Jaksa, emangnya mereka enggak punya data pertinggalnya lagi? gak masuk akal alasannya,” ujar Putera Idi Rayeuk.
Dia menegaskan pihaknya akan menunggu dalam tempo sepekan ini agar Baitul Mal segera mengumumkan ke publik, baik soal penerimaan maupun pendistribusian bantuan itu, sebelum pihaknya menempuh langkah – langkah lain untuk memperoleh transparansi publik dari lembaga yang bertengger berkat Zakat, Infaq dan Sedekag (ZIS) itu.
“Kami beri waktu Baitul Mal mengumumkanya ke publik pekan ini, atau kami akan menggelar aksi demo bersama masyarakat dalam beberapa hari kedepannya,” sebut aktivis yang dikenal sangat kritis itu.
Dia mengingatkan Baitul Mal mestinya lebih transparan dalam hal distribusi bantuan tersebut, meskipun tanpa diminta.
“Kita ingin memastikan bahwa semua bantuan rumah dan rehab itu memang diterima oleh masyarakat yang berhak, dan sudah menjadi hak masyarakat pula untuk tahu siapa saja penerimanya, kalau memang selama ini semuanya baik – baik saja, lalu kenapa mereka sampai diperiksa oleh jaksa,” pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya. (M.zubir)
Berita Terkait
Polres Tanjab Barat Gagalkan Peredaran 0,2 Kg Shabu, Dua Pengedar di Batang Asam Diringkus KUALA TUNGKAL – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dua orang pria berinisial SN (39) dan SO (56) berhasil diamankan petugas saat sedang menguasai ratusan gram narkotika jenis shabu di wilayah Kecamatan Batang Asam. Kapolres Tanjab Barat melalui Kasat Resnarkoba, AKP Agus A. Purba, SH. MH, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat malam, 10 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Aksi pemberantasan ini bermula dari laporan masyarakat pada awal April terkait maraknya transaksi narkoba di Desa Sri Agung. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin oleh Aipda Fajar Kurniawan melakukan observasi dan penyelidikan mendalam selama kurang lebih sepuluh hari. Puncaknya, pada Jumat (10/4), petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah milik pria berinisial RO di Desa Sri Agung RT 02. Di lokasi tersebut, petugas mendapati kedua pelaku tak berkutik saat dilakukan penggeledahan. ”Kami menemukan narkotika jenis shabu yang disembunyikan di dalam sebuah karung. Selain itu, tepat di depan kedua pelaku, ditemukan alat hisap (bong) yang menguatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan di lokasi tersebut,” ujar AKP Agus A. Purba. Barang Bukti yang Diamankan Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup signifikan, di antaranya: Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 208,69 gram (0,2 kg). 1 unit timbangan digital. 2 buah plastik klip besar berisi plastik klip kosong. Alat komunikasi berupa 1 unit HP Samsung (hitam) dan 1 unit HP Redmi (biru). 1 buah bong (alat hisap) dan 4 buah korek api gas. Uang tunai senilai Rp100.000. 1 unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BH 6163 OA. Kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah: SN (39), warga Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam. SO (56), warga Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam. Jeratan Hukum Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman berat. Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) dan UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Para tersangka juga terancam pasal alternatif yakni Pasal 609 Ayat (2) huruf a dalam regulasi yang sama. Saat ini, SN dan SO beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanjab Barat guna kepentingan penyidikan lebih lanjut dan pengembangan untuk memburu jaringan pemasok di atasnya.