Gubug (Kabar-nusantara.com) – Pelatihan Jurnalistik yang diikuti santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Al Maushul Kedungjati, Grobogan, Jawa Tengah bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Wartawan Indonesia (LPWI) Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021)
Acara pelatihan bertempat di RM Kedai Cangkir Noroyono Gubug di hadiri langsung Direktur LPWI H. Akhmad Sulasi dan Ketua Forum Santri Indonesia H. Sahid Danuji, S.Pd, MM berlangsung secara interaktif, karena memang para peserta dituntut aktif dalam memberikan feedback materi yang diberikan para Instruktur.
Dalam sambutanya direktur LPWI, H. Akhmad sulasi menyatakan, pelatihan jurnalistik ini biasanya dilakukan via online lewat WA grup.
“Namun untuk memberikan pemahaman dan pengalaman nyata, perlu adanya belajar tatap muka seperti ini,” paparnya.
Lebih jauh H. Sulasi menjelaskan, materi pelatihan yang telah diberikan pelatih lewat grup WA itu adalah plajaran kewartawanan yang sudah lengkap, peserta tinggal membaca dan memahami poin-poinnya, lalu mempraktekan sesuai petunjuknya.
“Materi plajaran jurnalistik dari LPWI sudah di design sedemikian rupa merujuk pada standart penulisan berita media nasional,” kata direktur LPWI.
Sementara itu dalam sambutannya Ketua Forum Santri Indonesia (FSI) Kab. Grobogan H. Sahid Danuji, S.Pd, MM menyatakan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, meningkatkan kapasitas dan meningkatkan kemampuan teknis jurnalistik para santri.
“Untuk itu semua peserta harus berani praktek meliput berita, menulis berita, jangan takut salah, jangan loyo wartawan harus berdiri tegap, yang penting berani mencoba sesuai materi plajaran yang telah diajarkan,” kata H. Sahid.
Pada sesi selanjutnya pelatih LPWI, Muhlisin Asti memaparkan, membuat berita harus berdasar fakta tak boleh direkayasa.
“Untuk itu wartawan harus melakukan wawancara kepada narasumber dan mencatat hasil wawancara itu lalu disusun menjadi sebuah berita,” katanya.
(Atik)
Berita Terkait
Polres Tanjab Barat Gagalkan Peredaran 0,2 Kg Shabu, Dua Pengedar di Batang Asam Diringkus KUALA TUNGKAL – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Tanjung Jabung (Tanjab) Barat kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dua orang pria berinisial SN (39) dan SO (56) berhasil diamankan petugas saat sedang menguasai ratusan gram narkotika jenis shabu di wilayah Kecamatan Batang Asam. Kapolres Tanjab Barat melalui Kasat Resnarkoba, AKP Agus A. Purba, SH. MH, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan pada Jumat malam, 10 April 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Aksi pemberantasan ini bermula dari laporan masyarakat pada awal April terkait maraknya transaksi narkoba di Desa Sri Agung. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim yang dipimpin oleh Aipda Fajar Kurniawan melakukan observasi dan penyelidikan mendalam selama kurang lebih sepuluh hari. Puncaknya, pada Jumat (10/4), petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah milik pria berinisial RO di Desa Sri Agung RT 02. Di lokasi tersebut, petugas mendapati kedua pelaku tak berkutik saat dilakukan penggeledahan. ”Kami menemukan narkotika jenis shabu yang disembunyikan di dalam sebuah karung. Selain itu, tepat di depan kedua pelaku, ditemukan alat hisap (bong) yang menguatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan di lokasi tersebut,” ujar AKP Agus A. Purba. Barang Bukti yang Diamankan Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup signifikan, di antaranya: Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 208,69 gram (0,2 kg). 1 unit timbangan digital. 2 buah plastik klip besar berisi plastik klip kosong. Alat komunikasi berupa 1 unit HP Samsung (hitam) dan 1 unit HP Redmi (biru). 1 buah bong (alat hisap) dan 4 buah korek api gas. Uang tunai senilai Rp100.000. 1 unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BH 6163 OA. Kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka adalah: SN (39), warga Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam. SO (56), warga Desa Sri Agung, Kecamatan Batang Asam. Jeratan Hukum Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam hukuman berat. Penyidik menjerat mereka dengan Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) dan UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Para tersangka juga terancam pasal alternatif yakni Pasal 609 Ayat (2) huruf a dalam regulasi yang sama. Saat ini, SN dan SO beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Tanjab Barat guna kepentingan penyidikan lebih lanjut dan pengembangan untuk memburu jaringan pemasok di atasnya.