DENPASAR (Kabar-Nusantara.com) – Polda Bali merilis hasil otopsi terkait penemuan potongan tubuh manusia di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan kecocokan DNA sebesar 99,99 persen dengan korban penculikan warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Ariasandy, menyampaikan hal tersebut saat doorstop dengan wartawan di ruang PRG Bidhumas, Denpasar, Jumat (6/3/2026).
Menurut Ariasandy, potongan tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel sebelumnya dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah untuk dilakukan autopsi dan pengambilan sampel jaringan guna pemeriksaan DNA.
“Potongan tubuh tersebut telah dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan DNA dan dibandingkan dengan sampel DNA ibu korban yang diambil di Ukraina pada 25 Februari 2026,” ujar Ariasandy.
Sampel DNA dari keluarga korban diterima penyidik pada 26 Februari 2026 sebagai bahan pembanding dalam proses identifikasi.
Selanjutnya pada 5 Maret 2026, tim dari Bidlabfor Polda Bali menerima enam sampel tulang hasil autopsi dari RSUP Prof. Ngoerah, yang terdiri dari tulang geraham, tulang selangka, tulang paha (femur), tulang iga, tulang jari kaki, serta tulang kering.
Sampel tersebut kemudian diperiksa di Laboratorium Forensik Mabes Polri dan dibandingkan dengan profil DNA darah yang ditemukan pada mobil yang diduga digunakan pelaku, yakni mobil Avanza hitam bernomor polisi DK 1373 FHF, serta bercak darah yang ditemukan di sebuah vila di Desa Panggungan, Kabupaten Tabanan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam sampel tulang tersebut berasal dari individu laki-laki dengan kromosom XY dan memiliki kesamaan profil DNA dengan darah yang ditemukan di kendaraan serta lokasi vila yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Berdasarkan perhitungan indeks paternitas, probabilitas kecocokan profil DNA mencapai 99,99 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa potongan tubuh yang ditemukan di Pantai Ketewel tersebut adalah korban penculikan WNA asal Ukraina berinisial IK,” jelas Ariasandy.
Polda Bali menegaskan proses penyidikan kasus penculikan dan dugaan pembunuhan tersebut masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta pihak-pihak yang terlibat. (Nal)

