Tak mampu atasi karhutla, LANA Minta Bupati Aceh Barat Undur Diri saja

Meulaboh, kabar-Nusantara.com— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi sepanjang tahun ini di Kabupaten Aceh Barat dinilai semakin tidak terkendali.

Kondisi tersebut memicu kritik keras dari Lembaga Aspirasi Nasional Atjeh (LANA) yang menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Barat di anggap gagal total dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla.

Atas kegagalan tersebut, LANA secara tegas meminta Bupati Aceh Barat untuk mengundurkan diri, karena dianggap tidak mampu melindungi keselamatan, kesehatan, serta lingkungan hidup masyarakat.

Ketua LANA, Teuku Laksamana, menyebut kebakaran hutan tahun ini membuktikan lemahnya kepemimpinan dan buruknya koordinasi antarinstansi di daerah.

“Kebakaran hutan tahun ini terjadi berulang, meluas, dan berdampak serius bagi masyarakat. Anak-anak, orang tua, hingga warga rentan terserang penyakit akibat asap. Ini bukti nyata pemerintah daerah tidak siap dan tidak serius menangani Karhutla,” tegasnya.

Selain itu, LANA menyoroti tidak sinkronnya data luas lahan Karhutla tahun ini yang disampaikan pemerintah daerah . Perbedaan data tersebut dinilai memperkeruh situasi dan menghambat pengambilan kebijakan yang tepat di lapangan.

“Pemerintah daerah wajib mensinkronisasikan data Karhutla tahun ini dengan intansi LSM dan media. Jangan ada manipulasi atau pengaburan data. Jika data saja tidak transparan, maka langkah konkret penanganan Karhutla mustahil dilakukan secara maksimal,” ujarnya.

LANA menilai ketidakjelasan data Karhutla berdampak pada lambannya proses pemadaman, minimnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, serta meningkatnya ancaman bencana lingkungan di masa mendatang.

LANA mendesak agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera membuka data Karhutla secara transparan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta melakukan tindakan nyata di lapangan. Jika tuntutan ini diabaikan, LANA menegaskan bahwa kebakaran hutan akan terus menjadi bom waktu bagi keselamatan masyarakat Aceh Barat.

“Kebakaran hutan tahun ini adalah cermin kegagalan kepemimpinan daerah,” tutup Teuku Laksamana.

Exit mobile version