![]() |
Foto: Dinas Kesehatan Aceh Timur menggelar Bimtek Penilaian Mandiri CPPOB IRT bagi pelaku UMKM |
Aceh Timur (kabar-nusantara.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur mengadakan kegiatan bimtek penilaian mandiri CPPOB bagi pelaku usaha UMKM, yang digelar di Aula Rs Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Rabu (23/08/2023)
Zarkasyi, S.Si. Apt, menyampaikan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) memiliki peranan penting dalam sistem keamanan pangan di Indonesia, pada umumnya IRTP merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang banyak tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
“Mengingat potensi ekonomi yang sangat strategis serta potensi risiko produk maka perlu diselaraskan antara pertumbuhan IRTP yang cepat dengan peningkatan keamanan dan mutu produk,” terang Zarkasyi, S.Si. Apt.
Pengawalan terkait aspek keamanan dan mutu pangan industri rumah tangga (PIRT) diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Panga, ofdimana BPOM melakukan pengawasan keamanan pangan, mutu pangan dan gizi pangan untuk pangan olahan, termasuk PIRT. Selanjutnya pada PP Nomor 86 Tahun 2019
“Tentang keamanan pangan dinyatakan bahwa pengawasan terhadap pemenuhan persyaratan keamanan pangan, mutu pangan, dan gizi pangan untuk pangan olahan industri rumah tangga dilaksanakan oleh Kepala Badan dan/atau Bupati/Wali kota secara sendiri atau bersama-sama.
“Bimbingan teknis penilaian mandiri cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) IRTP kepada pelaku usaha UMKM, dengan sasaran penanggung jawab dan pemilik sarana IRTP yang telah memiliki SPP-IRT,” ujarnya
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 50 orang, terdiri dari penanggung jawab pemilik usaha UMKM dan sarana IRTP, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian keamanan pangan pelaku usaha agar dapat menerapkan CPPOB-IRTP sesuai dengan ketentuan.
Kegiatan di buka oleh Sub Koordintor Seksi Farmasi, makanan minuman dan perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur
“Besar harapan kami dengan diselenggarakannya bimtek penilaian mandiri CPPOB IRT ini, para pemiilik usaha IRT dapat secara mandiri menilai, mengevaluasi dan memperbaiki cara produksi pangan olahan yang baik.” tutup Zarkasyi, S.Si. Apt. (fzn)