Berita  

KIPK Connect Jadi Ruang Temu Aspirasi, Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Forum Diskusi dan Temu Penerima KIPK “KIPK Connect” bersama Rumah Aspirasi Mas Bram, yang digelar pada Sabtu (10/01/2026) di Gedung Al Fath Islamic Centre, Kauman, Muntilan, Magelang. (foto: Syakira)

Magelang (Kabar Nusantara) – Di balik setiap mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), tersimpan kisah tentang perjuangan, pengorbanan, serta doa orang tua yang menggantungkan harapan pada pendidikan sebagai jalan perubahan nasib. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya Forum Diskusi dan Temu Penerima KIPK “KIPK Connect” bersama Rumah Aspirasi Mas Bram, yang digelar pada Sabtu (10/01/2026) di Gedung Al Fath Islamic Centre, Kauman, Muntilan, Magelang.

Kegiatan KIPK Connect tidak sekadar menjadi forum pertemuan formal. Lebih dari itu, forum ini menjelma sebagai ruang silaturahmi dan dialog terbuka yang mempertemukan mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2021–2025. Juga para orang tua atau wali, pengelola program, serta para pemangku kepentingan. Di antaranya Rumah Aspirasi Mas Bram dan Bramantyo Suwondo, M.IR., Anggota Komisi X DPR RI. Seluruh elemen hadir dengan tujuan yang sama, yakni memastikan bantuan pendidikan ini benar-benar menjadi jembatan menuju keberhasilan studi dan masa depan yang lebih cerah.

Ketua Panitia, Agus Riyanta, S.IP, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya berharap silaturahmi ini tetap terjaga dengan baik dan berkelanjutan, sehingga kita dapat terus bersinergi dan bekerja sama sebaik mungkin demi keberhasilan para penerima KIP Kuliah,” ujar Agus Riyanta.

Forum ini lahir dari kebutuhan akan komunikasi yang lebih terstruktur dan terbuka. Di lapangan, penerima KIP Kuliah kerap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan administrasi, akademik, hingga sosial. Melalui KIPK Connect, suara mahasiswa dan orang tua tidak hanya didengar, tetapi juga dicatat sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ke depan.

Koordinator Lapangan, Handitya Tri Astuti, berharap forum ini dapat menjadi wadah silaturahmi yang berkelanjutan.

“Saya berharap forum ini terus berlanjut sebagai ruang silaturahmi antara penerima KIP Kuliah, orang tua atau wali, serta Rumah Aspirasi Mas Bram. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh koordinator lapangan dan panitia yang telah terlibat dan bekerja keras dalam kegiatan hari ini,” tuturnya.

Suasana dialog berlangsung hangat dan partisipatif. Mahasiswa diberi kesempatan menyampaikan pengalaman, kendala, serta harapan mereka secara langsung. Orang tua dan wali pun dilibatkan agar dukungan terhadap proses studi anak dapat berjalan seiring dan saling menguatkan. Kehadiran perwakilan legislatif dan Rumah Aspirasi Mas Bram menjadi penghubung penting antara aspirasi di lapangan dan kebijakan di tingkat pengambil keputusan.

Lebih jauh, KIPK Connect diharapkan mampu memperkuat jejaring antarmahasiswa lintas angkatan. Dari forum ini tumbuh rasa kebersamaan bahwa para penerima KIP Kuliah tidak berjalan sendiri. Ada komunitas, ada pendampingan, dan ada kepedulian yang terus menyertai perjalanan akademik mereka.

Dengan dihadiri sekitar 280 peserta, kegiatan ini menargetkan lahirnya rekomendasi kebijakan dan teknis yang dapat ditindaklanjuti, tersusunnya daftar kebutuhan administratif yang membutuhkan solusi cepat, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi penerima KIP Kuliah.

Dalam pesannya, Bramantyo Suwondo, Anggota Komisi X DPR RI, menegaskan bahwa KIP Kuliah harus dipandang lebih dari sekadar bantuan finansial.

“Melalui KIPK Connect, pendidikan tidak lagi dimaknai hanya sebagai bantuan dana, tetapi sebagai proses panjang yang membutuhkan pendampingan, dialog, dan kepedulian bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, di setiap langkah mahasiswa penerima KIP Kuliah tersimpan harapan besar keluarga, dan di balik harapan tersebut, masa depan bangsa tengah dipertaruhkan. (Syakira) 

Exit mobile version