Jakarta (kabar-nusantara.com) – Demi menjaga
amanah, seorang pria PS (53) memilih tinggal bersama jenazah ibunya selama 54
hari. PS tinggal di Banjar Dinas Karya Nadi, Desa Rangdu, Kecamatan Seririt,
Kabupaten Buleleng, Bali. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Selasa (28/12/2021).
Kapolsek Seririt Kompol Gede Juli mengungkapkan PS
melakukan itu demi menjalankan pesan dari mendiang sang ibu WT yang wafat di
usia 96 tahun. “Bukan wasiat, itu pesan orang tua kepada
anaknya. Anaknya berkewajiban menjaga amanah dari ibunya,” kata Gede saat
dihubungi, Senin (27/12)
Ia menerangkan, bahwa pihaknya baru
menerima informasi tersebut pada Kamis (23/12), bahwa ada laporan orang
meninggal dunia diduga karena sakit dan sudah lansia pada Rabu 3 November 2021
pukul 15:00 Wita.
Laporan dari masyarakat itu mengungkapkan
bahwa ada orang yang telah meninggal dunia namun tidak dilakukan upacara
penguburan oleh anaknya. Keluarga yang lain juga dilarang untuk melihat jenazah
oleh anaknya dengan alasan menjalankan pesan atau amanah almarhum.
“Si Anak merawat almarhum selama 4
bulan tanpa melibatkan keluarga lain. Kemudian, pihak keluarga yang lain
melaporkan kejadian tersebut dan minta bantuan Polisi,” ujarnya.
Sejak ibunya meninggal dunia PS memilih tak memakamkan sang ibu
dan selama dua bulan PS menggunakan es batu dengan jumlah yang banyak
untuk mengawetkan jenazah ibunya agar tidak bau dan rusak. “Jenazah
diawetkan dengan es,” imbuhnya.
Namun, keberadaan korban yang tak pernah keluar
rumah mulai dicurigai oleh anggota keluarga jauh hingga warga sekitar.
Sehingga, mereka kaget mengetahui telah meninggal hampir dua bulan lalu. Lalu, warga sekitar sempat memaksa anaknya
untuk menguburkan jenazah ibunya. Tetapi, permintaan itu ditolak.
“Karena ada perbedaan pendapat itu, (warga)
akhirnya melapor polisi agar jenazahnya bisa cepat dikubur,” ungkapnya.
Pihak kepolisian kemudian melakukan mediasi dan
akhirnya PS menerima untuk menguburkan ibunya. Proses penguburan, dilakukan
pada Minggu (26/12) siang. “Kita, selesaikan secara baik-baik antara
anak dan keluarga, kita selesaikan dengan Camat. Akhirnya sepakat
dikubur,” ujarnya.
Polisi mengklaim dari hasil pemeriksaan tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap jenazah ibu PS. “Kita memastikan meninggalnya tidak
bermasalah, baik pemeriksaan medis. Kesimpulan kami, tidak ada indikasi hal
yang mencurigakan,” tutup Gede.
Baca artikel CNN Indonesia “Pria di Bali
Tinggal Bareng Jenazah Ibu 2 Bulan, Awetkan Pakai Es Batu” selengkapnya di
sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211228063919-20-739393/pria-di-bali-tinggal-bareng-jenazah-ibu-2-bulan-awetkan-pakai-es-batu.