Manado (kabar-nusantara.com) – Ombak
besar akibat banjir rob di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menghantam dan
menjebol tanggul di wilayah pesisir. Akibatnya permukiman warga di Kelurahan Karangria terendam banjir rob. Dilansir dari laman detik.com Rabu
(8/12/2021)
“Air laut masuk ke permukiman merendam rumah warga dengan ketinggian air
20 cm sampai 150 cm. Terdampak, 20 rumah, dan 29 kepala keluarga sebanyak 96
jiwa.
” kata Kepala BPBD Kota Manado
Peter Eman dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (8/12/2021).
Peter mengingatkan warga Manado khususnya yang berada di pesisir pantai Teluk
Manado untuk selalu waspada akan kemungkinan banjir rob susulan yang memicu gelombang
tinggi. Banjir rob di Manado diprediksi terjadi dari 6 hingga 9 Desember
“Fase bulan baru yang bersamaan
dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan peningkatan gelombang laut
berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut
maksimum yang lebih signifikan,” kata Eman.
Lebih lanjut Enam mengingatkan malam nanti masih akan terjadi banjir rob yang
berpotensi memicu ombak besar.
“Jadi untuk sebentar malam ada posisi pasang tertinggi di jam 8, jadi
diantisipasi, waspada kondisi seperti tadi malam,” jelas dia.
Pemerintah kecamatan dan kelurahan
diminta untuk selalu mengingatkan warganya yang berada di pesisir akan bahaya
banjir rob dan gelombang tinggi air laut.
“Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktifitas keseharian masyarakat
di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan,
aktivitas di permukiman pesisir, serta perikanan darat,” katanya.
Berdasarkan data dari BPBD Manado,
banjir rob terjadi di Kelurahan Titiwungen Selatan di Kecamatan Sario,
Kelurahan Karangria Lingkungan 5 di Kecamatan Tuminting dan Kelurahan
Malalayang Satu Lingkungan 7 di Kecamatan Malalayang
Baca artikel detiknews, “Ombak Besar Jebol Tanggul di Pesisir Manado,
Permukiman Terendam Banjir Rob” selengkapnya https://news.detik.com/berita/