Jembrana (Kabar Nusantara) -Pagelaran kesenian kendang mebarung dan parade joged bumbung klasik bertempat di gedung kesenian Ir. Soekarno Jembrana, Sabtu (5/8/2023).
Acara ini terselenggara atas kerjasama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Jembrana bersama dengan Yayasan seni joged bumbung klasik Kabupaten Jembrana.
Dalam rangka memperingati HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI kima sekaa joged bumbung klasik tampil apik menghibur masyarakat Jembrana.
Kelima sekaa Joged Bumbung merupakan perwakilan dari masing-masing Kecamatan di Kabupaten Jembrana yang mana setiap sekaanya dikatakan memiliki ciri khas masing-masing.
Ditampilkan juga Kendang Mebarung dari Desa Dangintukadaya dan Kelurahan Lelateng yang juga merupakan kesenian khas Jembrana yang kini keberadaan mulai terbatas.
Meski dikatakan Joged Bumbung Klasik, namun para penabuhnya tidak serta merta didominasi oleh bapak-bapak saja. Namun anak-anak muda pun tampil apik membawakan tabuh klasik tersebut.
Kepala Dinas Parbud Jembrana Anak Agung Komang Sapta Negara mengatakan pagelaran kesenian Kendang Mebarung dan Parade Joged Bumbung Klasik dalam rangka HUT Kota Negara dan HUT Kemerdekaan RI yang menampilkan Sekaa dengan ciri khasnya masing-masing.
Joget bumbung di Jembrana telah memiliki yayasan, sehingga dengan memiliki wadah seperti ini lebih mudah bagi kita untuk melestarikan budaya serta memberikan ruang untuk terus tampil.
“Kita selalu libatkan sekaa kesenian melalui yayasan sehingga ada pemerataan dan memberikan ruang yang sama bagi setiap sekaa untuk untuk menampilkan keseniannya,” katanya.
Pagelaran ini menurutnya juga sebagai upaya dalam memperkenalkan kembali Joged Bumbung asli yang diwariskan oleh para pendahulu sebagai suatu budaya belum terkena modernisasi.
“Kita juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa inilah cikal bakal joged bumbung yang saat ini telah berkembang di masyarakat dengan berbagai kreasinya. Sehingga anak muda tahu bahwa joged bumbung yang sebenarnya adalah seperti ini,” ujarnya.
Pihaknya pun mengatakan bahwa pembinaan terhadap sekaa kesenian sangat penting untuk dilaksanakan agar budaya-budaya yang ada tidak bergeser dari aturan yang sudah ada atau bahkan tidak pantas untuk dipertontonkan kembali. Ini sebagai upaya untuk melestarikan budaya Bali sesuai dengan pakemnya.
“Salah satu tugas kita di dinas Parbud adalah pembinaan jadi bagaimana kesenian itu berjalan sesuai dengan pakemnya sehingga dapat mengatur kesenian itu agar tidak tampil diluar pakem yang ada bukan semata-mata untuk menghibur bahkan sampai vulgar, kesenian itu boleh menghibur tapi jangan sampai kebablasan,” tutupnya. (Anom)
